bernasnews– Cuaca ekstrem melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis Legi, 29 Januari 2026. Hujan sedang hingga lebat beserta kilat, petir, dan angin kencang menghantam sejumlah wilayah.
Hal tersebut menyebabkan kerusakan serius pada rumah warga, kendaraan, jaringan listrik, hingga fasilitas umum. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat dampak paling parah terjadi di Kabupaten Bantul, disusul Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyampaikan laporan situasi kejadian cuaca ekstrem dalam Situation Report terbaru pada pukul 16.30 WIB. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini berawal dari peringatan dini cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY sejak siang hari.
BMKG DIY mengeluarkan peringatan dini pertama pada pukul 12.23 WIB. Mereka memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat beserta kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Sleman.
Kemudian, BMKG memperbarui peringatan tersebut pada pukul 13.15 WIB dan kembali melakukan pembaruan pada pukul 14.16 WIB. Dalam pembaruan terakhir, BMKG menyatakan bahwa potensi cuaca ekstrem meluas dan berpeluang terjadi di seluruh wilayah DIY.
“Cuaca ekstrem tersebut akhirnya benar-benar terjadi dan memicu berbagai kejadian bencana hidrometeorologi di sejumlah titik,” ujarnya.
Dampak Cuaca Ekstrem DIY
- Sleman: Pohon Tumbang Rusak Rumah dan Tutup Akses Jalan
Di Kabupaten Sleman, hujan lebat disertai angin kencang menghantam Kapanewon Gamping. BPBD mencatat dua titik kejadian terdampak.
Angin kencang merobohkan dua pohon besar yang menutup akses jalan dan merusak satu unit rumah warga. Petugas langsung bergerak untuk melakukan pemotongan pohon agar akses transportasi kembali normal.
- Kota Yogyakarta: Jaringan Listrik Terganggu di Kotagede
Cuaca ekstrem juga menerjang Kota Yogyakarta, khususnya di Kemantren Kotagede. BPBD mencatat tiga titik terdampak. Pohon tumbang di dua lokasi dan menimpa jaringan listrik di satu titik.
Kejadian ini menyebabkan gangguan aliran listrik sementara. Angin kencang juga merusak satu unit rumah warga. Petugas gabungan segera melakukan penanganan darurat untuk mencegah risiko lanjutan.
- Bantul Jadi Wilayah Paling Parah, Puluhan Pohon Tumbang dan Kendaraan Ringsek
Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan dampak paling luas dan paling parah. BPBD mencatat 25 titik kejadian yang tersebar di tujuh kapanewon, yaitu Banguntapan, Kasihan, Sedayu, Bantul, Kretek, Sanden, dan Pleret.
Angin kencang merobohkan sedikitnya 25 pohon yang menimpa rumah, kendaraan, dan fasilitas umum. Cuaca ekstrem tersebut merusak empat unit rumah warga, satu unit mobil, dan empat unit sepeda motor.
Pohon tumbang juga merusak satu warung atau tempat usaha, mengganggu jaringan listrik di satu titik, serta merusak fasilitas umum berupa kompleks Masjid Mataram. Selain itu, pohon tumbang sempat menutup satu akses jalan dan menghambat mobilitas warga.
- Kulon Progo dan Gunungkidul Masih Nihil Laporan
Sementara itu, Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Gunungkidul belum melaporkan adanya kejadian atau dampak cuaca ekstrem. BPBD tetap melakukan pemantauan intensif mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.
Tim Gabungan Bergerak Cepat Lakukan Penanganan
BPBD DIY bersama unsur terkait langsung mengerahkan tim gabungan untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak. Unsur yang terlibat meliputi BPBD, TNI, Polri, PLN, Tagana, PMI, pemerintah kalurahan, BMR, FPRB, lembaga terkait, komunitas relawan, serta masyarakat setempat.
Petugas melaksanakan asesmen lapangan, melakukan pemotongan pohon tumbang, membersihkan material, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemulihan jaringan listrik dan fasilitas umum. BPBD juga terus mengumpulkan data lanjutan dari BPBD kabupaten dan kota se-DIY.
Agustinus Ruruh Haryata menegaskan bahwa data yang disampaikan bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” tegasnya.
BPBD DIY memastikan akan terus melakukan pemantauan, koordinasi, dan pembaruan informasi demi keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. (ef linangkung)












