News  

Cegah Tumbang, Pemkot Yogyakarta Lakukan Pemangkasan Ribuan Pohon Perindang di Tengah Cuaca Ekstrem

Pemangkasan Pohon Perindang di Yogyakarta/Foto: Pemkot Yogyakarta

bernasnews– Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat langkah pencegahan bencana pohon tumbang di tengah meningkatnya intensitas hujan dan cuaca ekstrem pada puncak musim hujan.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Yogyakarta secara rutin melakukan pemangkasan pohon perindang di berbagai ruas jalan yang rimbun dan rawan tumbang demi menjaga keselamatan masyarakat.

Pemkot Yogyakarta menempatkan upaya ini sebagai langkah proaktif untuk menekan risiko kecelakaan, kerusakan fasilitas umum, hingga korban jiwa akibat pohon tumbang.

Pemerintah juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan memangkas dahan pohon di lahan pribadi, terutama yang sudah rimbun, lapuk, atau menjulang tinggi ke arah jalan raya.

Pemangkasan Pohon Perindang di Yogyakarta

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik DLH Kota Yogyakarta, Rina Aryati Nugraha, menegaskan bahwa DLH menjalankan pendataan pohon secara berkelanjutan.

Pengawas lapangan dan petugas pemelihara taman secara aktif memantau kondisi kesehatan pohon serta melaporkan pohon-pohon yang berpotensi tumbang.

DLH Kota Yogyakarta juga membuka ruang partisipasi masyarakat. Warga yang menemukan pohon perindang jalan dalam kondisi keropos, mati, atau membahayakan dapat menyampaikan laporan untuk segera ditindaklanjuti melalui pemangkasan atau penanganan teknis lainnya.

“Kami segera menindaklanjuti setiap laporan pohon yang sudah keropos, mati, atau membahayakan karena rawan tumbang. Saat cuaca ekstrem, jika terjadi pohon tumbang meskipun berada di luar wilayah pemeliharaan kami, kami tetap menangani selama kendaraan operasional bisa menjangkau lokasi,” ujar Rina, Kamis (22/1/2026).

DLH Kota Yogyakarta mencatat sebanyak 20.537 pohon perindang berada di bawah pengelolaan pemerintah kota. Pohon-pohon tersebut meliputi jenis Tanjung, Angsana, Sawo Kecik, Tabebuya, Glodokan Pecut, dan Glodokan biasa.

Rina menjelaskan bahwa upaya pemangkasan rutin berhasil menurunkan persentase pohon perindang tumbang secara signifikan. Jika sebelumnya jumlah pohon rawan tumbang mencapai sekitar 5 persen, kini angkanya menyusut menjadi sekitar 1 persen setelah pemangkasan sebagian cabang dan perawatan intensif.

DLH mencatat pohon-pohon rawan tumbang masih tersebar di beberapa kawasan, seperti Kotabaru, Gayam, Sagan, Jalan Sukonandi, Batikan, Kusumanegara, Veteran, Tegalturi, dan Munggur.

Sebagian besar pohon rawan tumbang berusia di atas 20 tahun. Namun, untuk jenis Pohon Waru, usia di bawah 20 tahun pun sudah berpotensi tumbang karena pertumbuhan yang cepat dan ukuran batang yang besar.

Tim Teknis DLH Kota Yogyakarta

DLH Kota Yogyakarta mengerahkan tim teknis dari bidang pertamanan yang memiliki keahlian khusus dalam menilai kesehatan pohon. Tim tersebut menentukan tindakan yang tepat, dari pemangkasan ringan, pemangkasan berat, hingga penebangan total.

“Kami selalu mengecek kondisi pohon. Jika pohon berisiko patah atau roboh saat angin kencang, kami segera memangkasnya demi keamanan bersama. Kami tidak ingin ada korban akibat pohon tumbang,” jelas Rina.

Sebagai contoh, DLH Kota Yogyakarta melakukan pemangkasan berat pada pohon-pohon yang membahayakan di Jalan DI Panjaitan pada tahun lalu. Pemerintah juga memprioritaskan pemangkasan Pohon Waru di kawasan Lempuyangan yang dikenal rawan tumbang.

Rina menegaskan bahwa DLH tidak lagi menanam Pohon Waru sebagai pohon perindang karena tingkat kerawanan lebih tinggi daripada jenis lain. Ia menduga Pohon Waru yang masih berdiri di sejumlah ruas jalan merupakan tanaman lama yang ditanam oleh masyarakat.

Rina kembali mengimbau masyarakat agar secara mandiri memangkas dahan dan daun pohon yang rimbun dan tinggi di lahan pribadi. Ia menekankan bahwa langkah sederhana tersebut sangat membantu mengurangi risiko pohon tumbang saat hujan lebat dan angin kencang.

Namun, DLH tetap siap membantu apabila dahan pohon dari lahan pribadi menjulur ke jalan raya dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Untuk memudahkan masyarakat, Pemkot Yogyakarta menyediakan layanan Tim Reaksi Cepat Masyarakat Jogja Olah Sampah (TRC Mas JOS).

Warga dapat menghubungi nomor 0811 7000 5555 untuk layanan penjemputan sampah spesifik rumah tangga, termasuk dahan atau ranting hasil pemangkasan pohon, tanpa biaya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo, mengungkapkan bahwa kejadian pohon tumbang menjadi dampak paling dominan saat cuaca ekstrem melanda Yogyakarta. BPBD mencatat sebanyak 138 kejadian pohon tumbang sepanjang tahun 2025.

Petrus mengimbau masyarakat agar tidak menunggu hingga terjadi bencana. Ia meminta warga segera memangkas pohon yang rimbun, lapuk, atau berusia tua untuk mengurangi risiko pohon tumbang. (ef linangkung)