bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026.
BMKG memprakirakan hujan deras, angin kencang, serta gelombang laut tinggi berpeluang terjadi sepanjang hari dan dapat berdampak pada aktivitas warga.
Prakiraan cuaca tersebut berlaku selama 24 jam, mulai pukul 07.00 WIB, mencakup seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, baik daratan maupun perairan selatan.
Prakiraan Cuaca Daratan: Hujan, Angin Kencang, dan Petir
BMKG menjelaskan kondisi cuaca pada pagi hari relatif stabil dengan dominasi cerah berawan di sebagian besar wilayah DIY.
Namun, perubahan signifikan diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari.
Pada periode tersebut, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Yogyakarta, Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara.
Hujan dapat turun secara tiba-tiba dan merata di sejumlah kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Sementara itu, wilayah Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian tengah hingga selatan, serta Gunungkidul bagian tengah hingga selatan diprakirakan mengalami hujan ringan.
Meski intensitasnya lebih rendah, BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan dampak lanjutan.
Pada malam hingga dini hari, cuaca diperkirakan didominasi awan tebal di sebagian besar wilayah DIY.
Kondisi ini menunjukkan atmosfer yang masih labil dan berpotensi memicu hujan susulan di beberapa titik.
BMKG mencatat suhu udara di DIY berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 65 hingga 95 persen.
Angin bertiup dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan 5 hingga 35 kilometer per jam, yang berpotensi memperkuat pembentukan awan hujan dan meningkatkan risiko pohon tumbang, baliho roboh, serta gangguan lalu lintas.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara.
Masyarakat diimbau menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan, menjauhi pohon besar, serta mewaspadai genangan dan banjir lokal.
Kondisi Perairan: Gelombang Tinggi di Selatan DIY
Selain daratan, BMKG menyoroti potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan selatan DIY. Tinggi gelombang laut diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4,0 meter dan masuk kategori tinggi.
Kondisi tersebut berisiko membahayakan aktivitas pelayaran, nelayan, kapal kecil, serta kegiatan wisata bahari di sepanjang pesisir selatan.
BMKG mengimbau nelayan dan pelaku wisata untuk menunda aktivitas melaut demi keselamatan.
BMKG menegaskan pentingnya masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan dampak bencana hidrometeorologi.
Dengan cuaca yang dinamis, kewaspadaan dan langkah antisipasi dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. (Eln)












