bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi laut pada Senin, 26 Januari 2026.
BMKG memprakirakan gelombang laut di perairan selatan DIY mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter, yang termasuk kategori tinggi dan berpotensi membahayakan aktivitas kelautan.
BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Yogyakarta International Airport (YIA) mencatat dinamika atmosfer yang signifikan sejak pagi hari, yang memengaruhi kondisi cuaca di darat dan laut.
Informasi tersebut disampaikan melalui Info Prakiraan Cuaca DIY yang berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB.
Prakiraan Cuaca Darat dan Potensi Hujan Ringan
Pada pagi hari, cuaca di DIY diprakirakan cerah berawan. Namun, potensi hujan ringan muncul pada siang hingga sore hari, terutama di wilayah utara Kabupaten Sleman dan utara Kabupaten Kulon Progo.
Memasuki malam hingga dini hari, kondisi cuaca kembali relatif stabil dengan langit berawan.
BMKG mencatat suhu udara di wilayah ini berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan 70 hingga 95 persen.
Kondisi atmosfer yang cukup lembap ini dapat mendukung pembentukan awan hujan di beberapa daerah.
Angin dan Gelombang Laut Meninggi
BMKG menjelaskan bahwa pola angin dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan 5 hingga 25 kilometer per jam menjadi faktor utama meningkatnya tinggi gelombang di perairan selatan DIY.
Pergerakan angin tersebut memicu gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi gelombang tinggi berpotensi membahayakan perahu kecil, kapal wisata, nelayan tradisional, dan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.
Pantai-pantai selatan DIY seperti Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Kukup, dan Pantai Glagah diprediksi mengalami hempasan gelombang yang lebih kuat dari biasanya.
Imbauan bagi Masyarakat Pesisir
Meski tidak ada peringatan dini khusus yang dikeluarkan pada hari ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi laut.
Nelayan tradisional, pengelola perahu wisata, dan wisatawan disarankan menunda aktivitas melaut jika gelombang makin memburuk.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak bermain terlalu dekat dengan bibir pantai untuk menghindari risiko terseret arus kuat.
Informasi cuaca dan gelombang laut dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pemantauan terhadap pembaruan resmi melalui kanal BMKG sangat dianjurkan. (Eln)












