News  

Tragis di Lembah UGM: Kakek dan Cucu Asal Balikpapan Tertimpa Pohon Randu Raksasa saat Melintas Boncengan

Kakek dan Cucu Tertimpa Pohon/Foto: Istimewa

bernasnews— Seorang kakek dan cucu tertimpa pohon randu raksasa  yang tiba-tiba tumbang. Mereka yang berasal dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, ini sedang melintas. Peristiwa itu terjadi di kawasan Lembah Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kejadian nahas itu terjadi di Jalan Baru Notonegoro, Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.40 WIB. Pohon randu berukuran besar tersebut roboh tepat saat korban melintas berboncengan.

Benturan keras dari batang pohon yang jatuh seketika menghentikan laju sepeda motor. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian.

Kakek dan Cucu Asal Balikpapan Tertimpa Pohon

Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, membenarkan kejadian tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa pohon yang tumbang merupakan pohon randu berukuran raksasa.

“Benar, telah terjadi peristiwa pohon randu tumbang dengan panjang kurang lebih 20 meter dan diameter sekitar 80 sentimeter hingga satu meter. Kejadian ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia,” ujar AKP Salamun dalam keterangannya kepada media pada Sabtu sore.

Ukuran pohon yang sangat besar membuat dampaknya fatal. Batang randu tersebut langsung menimpa korban tanpa memberi ruang untuk menghindar.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat. Personel Polsek Bulaksumur segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.

“Begitu menerima laporan, personel Polsek Bulaksumur yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bulaksumur AKP Subilal bersama Pawas dan KSPKT segera mendatangi tempat kejadian perkara,” jelas AKP Salamun.

Petugas langsung mengamankan area, mengatur lalu lintas, serta memastikan keselamatan warga sekitar yang melintas di jalur tersebut.

Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian mengingat besarnya batang pohon yang menimpa korban. Kepolisian bersinergi dengan berbagai unsur terkait untuk mempercepat penanganan.

“Petugas di lapangan bersinergi dengan Basarnas Sleman, Damkar UGM, serta dibantu warga setempat untuk melaksanakan evakuasi korban dan penanganan pohon tumbang,” imbuhnya.

Petugas gabungan menggunakan peralatan khusus untuk memotong batang pohon randu yang melintang di jalan sekaligus menimpa sepeda motor korban.

Identitas Korban: Kakek dan Cucu Asal Balikpapan

AKP Salamun mengungkapkan bahwa kedua korban meninggal dunia merupakan kakek dan cucu.

“Korban meninggal dunia berjumlah dua orang pria, yaitu S (60) yang berprofesi sebagai pendidik, serta A.A (6). Keduanya beragama Islam dan berdomisili di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi warga yang menyaksikan langsung tragedi tersebut.

Petugas gabungan menyelesaikan seluruh proses evakuasi dengan aman. Aparat kemudian membersihkan sisa-sisa batang pohon dan memastikan jalan kembali dapat dilalui.

“Evakuasi dilakukan oleh unsur Polri, Basarnas Sleman, Damkar UGM, serta masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar,” kata AKP Salamun.

Ia memastikan kondisi di lokasi kejadian saat ini telah sepenuhnya terkendali.

“Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif dan terkendali. Polresta Sleman telah melakukan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta koordinasi dengan instansi terkait,” tuturnya.

Menutup keterangannya, AKP Salamun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu pohon tumbang.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan keberadaan pohon-pohon yang rawan tumbang, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terdapat kondisi yang membahayakan keselamatan umum,” pungkasnya.

Tragedi di Lembah UGM ini menjadi pengingat pahit bahwa bahaya dapat datang tanpa tanda. Kewaspadaan bersama dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dapat menjadi kunci untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali. (ef linangkung)