News  

Viral di Media Sosial, Mahasiswa Asal Papua Tengah Bersimbah Darah di Kasihan Bantul usai Duel Pagi Hari

Tragedi Mahasiswa Asal Papua Tengah/Foto: Polres Bantul

bernasnews– Seorang mahasiswa muda tergeletak tak bernyawa dengan tubuh bersimbah darah di sebuah gang permukiman warga. Peristiwa tragis itu segera menyebar luas di media sosial dan memantik perhatian publik.

Warga Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, menyaksikan langsung kepanikan yang terjadi pada Sabtu pagi, 17 Januari 2026. Sekitar pukul 07.45 WIB, teriakan dan keributan memecah suasana kampung.

Video Mahasiswa Asal Papua Tengah Viral

Video dan foto kejadian tersebut dengan cepat beredar di berbagai platform media sosial. Salah satu akun yang pertama kali mengunggah informasi ialah akun Instagram @merapi_cover.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebutkan adanya seorang pria yang menghadang dan terlibat dalam perkelahian yang berujung maut.

Narasi yang beredar menyebutkan bahwa korban tewas akibat duel satu lawan satu menggunakan senjata tajam. Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian warganet dan memicu berbagai spekulasi mengenai kronologi kejadian.

Kepolisian akhirnya membenarkan peristiwa tersebut. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa peristiwa itu memang merupakan perkelahian yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

“Benar telah terjadi perkelahian yang mengakibatkan satu oramg meninggal dunia,” ujarnya.

Korban berinisial AG, berusia 20 tahun. AG merupakan mahasiswa Universitas PGRI dan berasal dari Kabupaten Paniai, Papua Tengah.  AG tinggal jauh dari kampung halamannya demi menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, kejadian bermula ketika dua orang pria asal Papua melintas di Gang Puntodewo menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam matic. Keduanya berboncengan dan diduga berada dalam pengaruh minuman keras.

Saat melaju dari arah selatan menuju utara gang, sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pohon tanjung kecil di dekat sebuah warung warga. Benturan tersebut membuat situasi berubah kacau. Salah satu dari dua pria itu kemudian mengamuk.

Pelaku langsung memukuli korban hingga terjatuh. Tidak berhenti di situ, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban tepat di bagian dada kiri.

Warga yang menyaksikan kejadian itu memilih berlari menyelamatkan diri karena pelaku terus mengacungkan senjata tajam sambil mengamuk.

Beberapa saksi mata, termasuk Ketua RT setempat, Rita Rustiana, menyatakan bahwa warga tidak berani mendekat karena takut menjadi sasaran. Situasi semakin mencekam ketika pelaku bergerak ke arah warga sambil membawa senjata tajam di tangannya.

Setelah melampiaskan amarahnya, pelaku meninggalkan lokasi kejadian dan melarikan diri ke arah utara. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu pelaku yang identitasnya belum diumumkan secara resmi.

Hasil Pemeriksaan Korban

Tim Inafis Polres Bantul yang dipimpin Aiptu Purwanto bersama dokter Puskesmas Kasihan II, dr. Marfilia Trianawati, langsung melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka tusukan di dada kiri dengan ukuran sekitar 2 x 1 sentimeter. Tim medis juga menemukan luka di pelipis kiri yang dugaannya akibat benturan saat korban terjatuh.

Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian untuk mengamankan barang bukti dan mencegah warga mendekat.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam sekaligus rasa waswas bagi warga sekitar. Mereka tidak menyangka bahwa perkelahian berdarah bisa terjadi di pagi hari di lingkungan permukiman yang selama ini relatif aman.

Kasus ini juga menjadi pengingat keras akan bahaya konsumsi minuman keras dan kekerasan bersenjata tajam. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta segera melapor jika mengetahui keberadaan pelaku.

Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Tragedi di Kasihan Bantul ini pun menjadi sorotan luas, sebagai luka kemanusiaan yang merenggut masa depan seorang mahasiswa muda jauh dari tanah kelahirannya. (ef linangkung)