bernasnews— Selama tujuh hari penuh, upaya pencarian seorang pemancing yang hilang di kawasan Tebing Grendan, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, berlangsung . Namun hingga hari terakhir operasi, tim SAR gabungan belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian pada Jumat (16/1/2026). Keputusan ini menutup rangkaian pencarian panjang terhadap Nuriman, pemancing yang dilaporkan hilang saat memancing di kawasan Pantai Girisubo sejak Sabtu (10/1/2026) pagi.
Penghentian Pencarian Pemancing Hilang di Tebing Grendan
Kasat Polair Polres Gunungkidul, AKP Wawan Anggoro, menyampaikan bahwa penghentian operasi pencarian telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa tim SAR awalnya melakukan pencarian selama tiga hari, kemudian memperpanjang operasi hingga total tujuh hari.
“Berdasarkan SOP, kami melaksanakan pencarian selama tiga hari dan memperpanjangnya hingga tujuh hari. Namun sampai hari ketujuh, tim belum berhasil menemukan korban,” ujar Wawan dengan nada berat.
Korban dalam peristiwa kecelakaan laut tersebut tercatat bernama Wasgito (39), warga Widomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman. Ia dikenal gemar memancing dan kerap menyambangi kawasan pantai selatan yang terkenal dengan karakter ombaknya yang ganas dan medan tebingnya yang curam.
Meski operasi pencarian resmi telah berakhir, pihak kepolisian tidak sepenuhnya menghentikan upaya pencarian. Wawan menuturkan bahwa keluarga korban masih menyimpan harapan besar agar korban dapat ditemukan. Atas dasar kemanusiaan tersebut, aparat tetap melaksanakan pencarian terbatas.
“Kami tetap melakukan pemantauan dan patroli, baik melalui jalur laut maupun darat. Kami berharap korban bisa segera ditemukan,” ungkapnya.
Selama tujuh hari pencarian, tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat. Cuaca ekstrem mendominasi kawasan Pantai Selatan.
Hujan deras turun hampir setiap hari, angin bertiup kencang, dan gelombang laut mencapai ketinggian yang membahayakan pergerakan perahu karet maupun kapal patroli.
Langkah Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut pascapenghentian operasi, Polair Polres Gunungkidul terus menjalin koordinasi dengan SAR Linmas Wilayah I. Aparat berencana memperluas penyebaran informasi hingga ke wilayah pesisir timur dan barat Gunungkidul, bahkan sampai ke Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
“Kami akan menyebarluaskan informasi kejadian laka laut ini ke seluruh wilayah. Jika nantinya ada temuan jenazah, baik di wilayah timur maupun barat Gunungkidul, kami berharap pihak terkait dapat segera menginformasikan kepada kami,” jelas Wawan.
Peristiwa hilangnya pemancing ini pertama kali terungkap pada Sabtu (10/1/2026) pagi. Seorang pemancing lain mendatangi lokasi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat tiba di jalur menuju spot memancing, saksi menemukan sebuah sepeda motor Honda Vario 125 dalam kondisi roboh di pos pertama.
Kapolsek Girisubo, AKP Agus Supriyanta, menjelaskan bahwa saksi tidak berani memindahkan kendaraan tersebut karena merasa curiga. Saksi kemudian melanjutkan perjalanan menuju area pemancingan.
“Setibanya di spot mancing, saksi menemukan peralatan pancing berserakan dan sebuah tenda dalam kondisi roboh. Namun saksi tidak menemukan seorang pun di lokasi,” terang AKP Agus.
Temuan tersebut langsung memicu laporan ke pihak berwenang. Aparat bersama tim SAR kemudian bergerak cepat melakukan penyisiran di sekitar tebing dan perairan Pantai Girisubo. Dugaan kuat mengarah pada korban yang terjatuh ke laut akibat terpaan ombak besar saat memancing di tepi tebing.
Pencarian boleh dihentikan secara resmi, tetapi harapan untuk menemukan korban tetap hidup di tengah keluarga dan mereka yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. (ef linangkung)












