News  

Dua Pemancing Diduga Hilang di Tebing Grendan Gunungkidul, Tim SAR Lakukan Pencarian di Tengah Cuaca Ekstrem

Tim SAR Gabungan menyisir Tebing Grendan dan perairan sekitarnya untuk mencari dua pemancing yang diduga hilang, Sabtu (10/1/2026). (Eln) 

bernasnews – Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap dua orang pemancing yang diduga hilang di kawasan Tebing Grendan, wilayah Jepitu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu, 10 Januari 2026.

Hingga sore hari, upaya pencarian belum membuahkan hasil, sementara kondisi cuaca di lokasi terpantau ekstrem dengan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Sarsatlinmas Wilayah I Sadeng terkait kondisi membahayakan manusia di kawasan Tebing Grendan.

Laporan tersebut menyebutkan adanya dua pemancing yang diduga hilang setelah ditemukan peralatan memancing tanpa pemilik.

“Setelah menerima laporan, Kantor SAR Yogyakarta langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait,” kata Rio.

Informasi awal diperoleh dari dua saksi, yakni Bagas (22), warga Kutu Wates, Condongcatur, Sleman, dan Yohanes (46), warga Regedek, Giripanggung, Tepus, Gunungkidul.

Yohanes menemukan peralatan memancing, sisa makanan, dan minuman di spot Tebing Grendan pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WIB, tanpa keberadaan pemiliknya.

Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan Polair, Polsek setempat, TNI AL, Basarnas, serta instansi terkait lainnya.

Dari keterangan saksi, diketahui bahwa salah satu korban datang bersama Bagas dari Sleman menggunakan sepeda motor pada Jumat, 9 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB untuk memancing di lokasi tersebut.

Sekitar pukul 16.30 WIB, hujan mulai turun disertai angin kencang sehingga mereka mendirikan tenda darurat dengan menggunakan mantel.

Dalam kondisi tersebut, seorang pemancing lain yang belum diketahui identitasnya datang ke lokasi. Orang tersebut diduga merupakan rekan korban pertama dan merupakan pemancing lokal.

Pada pukul 18.30 WIB, Bagas mengaku dalam kondisi basah dan kedinginan sehingga memutuskan untuk pulang lebih dulu.

Setelah itu, ia mencoba menghubungi korban pertama melalui aplikasi WhatsApp pada pukul 19.32 WIB dan 20.56 WIB, namun pesan tidak mendapat balasan.

Keesokan harinya, sekitar pukul 07.00 WIB, Bagas memperoleh informasi dari grup pemancing bahwa terdapat dua orang yang diduga hilang di Tebing Grendan.

Setelah mencocokkan barang-barang yang ditemukan, ia meyakini peralatan tersebut milik temannya.

Menindaklanjuti laporan itu, satu tim rescue dari Pos SAR Gunungkidul diberangkatkan ke lokasi dengan membawa peralatan water rescue dan drone thermal. Tim kemudian dibagi dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU).

SRU darat melakukan penyisiran di sekitar tebing dan jalur akses, sedangkan SRU laut melakukan pencarian menggunakan dua perahu jukung.

Satu perahu bergerak dari Pantai Sadeng ke arah barat menuju lokasi dengan radius pencarian hingga tiga mil laut, sementara satu perahu lainnya bergerak dari Pantai Siung ke arah timur dengan jarak sekitar 1,5 mil laut.

Namun, pencarian hari pertama menghadapi kendala cuaca. Hujan deras, angin kencang, dan gelombang laut yang meningkat membatasi jangkauan penyisiran, baik di darat maupun di laut.

Identitas salah satu korban diketahui bernama Wasgito (39), warga Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman. Sementara satu korban lainnya hingga kini belum diketahui identitasnya.

Hingga Sabtu sore pukul 17.00 WIB, Tim SAR Gabungan belum menemukan keberadaan kedua korban.

Operasi pencarian hari pertama dinyatakan nihil dan akan dilanjutkan pada Minggu, 11 Januari 2026 mulai pukul 06.00 WIB, dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi lapangan.

Tim SAR mengimbau masyarakat, khususnya para pemancing, untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta melaporkan aktivitas saat memancing di kawasan berisiko seperti tebing dan perairan laut terbuka. (Eln)