News  

Dinas Perhubungan Kulon Progo Alihkan Arus Lalu Lintas ke Pantai Trisik Selama Rekonstruksi Jembatan Nglinggan

Rekonstruksi Jembatan Nglinggan/Foto: Pemkab Kulon Progo

bernasnews– Dinas Perhubungan Kulon Progo resmi mengumumkan pengalihan arus lalu lintas menuju Pantai Trisik seiring mulainya rekonstruksi Jembatan Nglinggan yang telah rusak parah selama 15 tahun terakhir.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kulon Progo, Sukirno, menegaskan bahwa pembangunan jembatan baru bertujuan memperlancar arus transportasi dan mendukung pariwisata Pantai Trisik. Dishub bakal menutup Jembatan Nglinggan total selama masa pembangunan.

“Selama itu, masyarakat harus menggunakan jalan alternatif yang telah kami siapkan,” ujarnya.

Jajaran Forkompimkap Galur, Bapperida, BPBD, DPUPKP, Dinas Pariwisata, dan unsur masyarakat sekitar Jembatan Nglinggan menghadiri acara sosialisasi itu.

Dalam kesempatan tersebut, Sukirno menjelaskan bahwa Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah Provinsi DIY akan menjalankan pembangunan dengan target rampung pada Juli 2026.

Rekonstruksi Jembatan Nglinggan menjadi perhatian penting pemerintah karena kondisi jembatan yang sudah rapuh berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Selama ini, jembatan berusia 15 tahun tersebut mengalami kerusakan struktural, sehingga akses menuju Pantai Trisik menjadi terbatas. Dengan pembangunan jembatan baru, lalu lintas masyarakat dan wisatawan akan lebih lancar dan aman.

Dinas Perhubungan juga menekankan bahwa pengalihan arus ini bersifat sementara. Petugas akan siaga setiap hari untuk memastikan kelancaran arus transportasi di jalur alternatif.

Selain itu, masyarakat sebaiknya mengatur waktu perjalanan agar tidak terjadi kepadatan, terutama saat akhir pekan dan libur panjang. Pembangunan jembatan baru ini tidak hanya menekankan aspek keselamatan, tetapi juga mendukung pertumbuhan pariwisata Kulon Progo.

Dengan akses yang lebih baik ke Pantai Trisik, pemerintah berharap kunjungan wisatawan meningkat, yang akan dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar.

Sukirno menutup sosialisasi dengan harapan agar masyarakat bersabar dan mendukung proses pembangunan. Pembangunan jembatan itu tujuannya juga untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memahami ketidaknyamanan sementara, tetapi hasilnya akan membawa manfaat jangka panjang bagi keselamatan dan kelancaran transportasi di Kulon Progo,” jelasnya. (ef linangkung)