bernasnews – Penutupan Jembatan Kewek mulai 10 Desember 2025 menandai perubahan besar dalam arus lalu lintas pusat Kota Yogyakarta. Simak informasi rekayasa lalu lintas selama Jembatan Kewek ditutup.
Pemerintah Kota Yogyakarta bersama berbagai instansi perhubungan dan kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas sebagai langkah darurat untuk melindungi keselamatan masyarakat menyusul kondisi jembatan yang dinilai kritis.
Langkah ini tidak hanya memengaruhi mobilitas warga, tetapi juga rute menuju beberapa pusat aktivitas, termasuk kawasan Malioboro.
Bagi pengendara yang terbiasa melintasi Jembatan Kewek sebagai jalur utama, penting memahami perubahan arus, jalur alternatif, dan jenis kendaraan yang diizinkan melintas selama pembatasan diberlakukan.
Kenapa Jembatan Kewek Ditutup? Kondisi Struktur Sudah Kritis
Keputusan penutupan Jembatan Kewek dibuat setelah pemeriksaan teknis menunjukkan bahwa sisa kekuatan struktur jembatan hanya tersisa sekitar 20-30 persen. Pemeriksaan juga menemukan:
- Patahan di ujung jembatan,
- Pergeseran struktur sekitar 3 sentimeter,
- Penurunan konstruksi hingga 10 sentimeter,
- Usia jembatan yang mencapai lebih dari 100 tahun, membuatnya rentan dan tidak lagi aman untuk menopang beban kendaraan berat.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah tidak punya pilihan selain membatasi beban kendaraan dan melakukan manajemen lalu lintas untuk mencegah risiko kecelakaan.
Sebagai solusi permanen, pemerintah pusat melalui APBN 2026 telah menyiapkan anggaran Rp19 miliar untuk pembangunan ulang Jembatan Kewek. Prosesnya dimulai dari review DED, tender awal tahun 2026, dan pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar sembilan bulan.
Meski akan dibangun ulang, nilai sejarah Jembatan Kewek tetap dijaga lewat dokumentasi dan pengamanan elemen bersejarahnya.
Rekayasa Lalu Lintas: Jalan Menuju Malioboro Selama Kewek Ditutup
Penutupan Jembatan Kewek membuat Dishub DIY mengalihkan arus ke beberapa jalur strategis agar akses menuju Malioboro tetap lancar.
1. Dari arah Lempuyangan, Solo, atau Janti
Pengendara akan diarahkan ke rute: Kridosono – Jalan Suroto – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Mangkubumi – Malioboro
2. Dari arah utara (Tugu Yogyakarta)
Arus kendaraan tetap normal melalui: Tugu – Jalan Mangkubumi – Malioboro
Rute ini menjadi alternatif utama selama rekayasa berlangsung.
3. Dari arah timur (Kotabaru) menuju Malioboro
Jalur yang harus dilalui adalah: Simpang Gramedia – Jalan Sudirman – Jalan Mangkubumi – Malioboro
4. Dari arah selatan (Kotabaru atau Stadion Kridosono)
Kendaraan dialihkan menuju: Jalan Suroto – Jalan Sudirman – Jalan Mangkubumi – Malioboro
Jembatan Kleringan Jadi Jalur Penting
Untuk menggantikan fungsi Jembatan Kewek dalam menampung arus besar kendaraan, pemerintah memberlakukan:
- Jembatan Kleringan sebagai jalur dua arah,
- Dilengkapi APILL (lampu lalu lintas) untuk mengatur kepadatan,
- Menjadi rute wajib bagi seluruh kendaraan roda empat ke atas.
Kendaraan besar dari arah Kotabaru, Margo Utomo, dan Jalan Mataram semuanya diarahkan menuju Jembatan Kleringan guna menjaga keamanan struktur Jembatan Kewek yang sudah rapuh.
Jenis Kendaraan yang Diizinkan Melintas Jembatan Kewek
Karena kondisi struktur tidak lagi stabil, hanya beberapa jenis kendaraan tertentu yang boleh melintas, itupun secara kondisional.
Boleh Melintas
- Pejalan kaki
- Sepeda
- Sepeda motor
- Becak
- Bus sedang (termasuk Trans Jogja)
Dilarang Melintas
- Mobil pribadi
- MPV atau SUV
- Truk
- Bus besar
- Kendaraan berat lainnya
Dengan demikian, seluruh kendaraan roda empat dan kendaraan berat sepenuhnya dilarang melewati Jembatan Kewek.
Penyesuaian Arus Lalu Lintas di Sekitar Lokasi
Sejumlah pengaturan tambahan diberlakukan untuk mengurai kepadatan:
Kendaraan dari Stasiun Yogyakarta menuju Malioboro harus memutar melewati sisi timur Stadion Kridosono.
Arus dari Jalan Mataram yang biasanya mengambil lajur kanan kini wajib bergeser ke lajur kiri menuju Jalan Kleringan.
Akses dari Kridosono ke Malioboro dialihkan ke jalur timur dengan penyesuaian lampu APILL.
Pemerintah memasang water barrier, rambu pengalihan arus, dan portal pembatas tinggi kendaraan di sekitar Kridosono untuk mencegah truk atau bus besar memasuki area jembatan.
Di sisi lain, kendaraan besar yang masuk dari Jalan Magelang akan dikurangi intensitasnya mulai area Pingit untuk mencegah penumpukan kendaraan di Kleringan.
Jembatan Kewek akan dibongkar total dan dibangun ulang oleh Kementerian PUPR menggunakan dana APBN.
Rancangan baru disesuaikan dengan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta, sehingga aspek sejarah, estetika, dan keselamatan bisa terjaga. Rekayasa lalu lintas yang berlaku saat ini akan dievaluasi berkala hingga proses pembangunan selesai.
Imbauan Pemerintah untuk Pengendara
Agar kondisi lalu lintas tetap terkendali selama proses rekayasa, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk:
- Tidak berhenti atau parkir di area Jembatan Kewek,
- Mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas,
- Mengikuti jalur alternatif yang sudah ditentukan,
- Mengutamakan keselamatan selama melintas di kawasan padat kendaraan.
Dengan kerja sama seluruh pengguna jalan, mobilitas menuju Malioboro maupun wilayah lain di pusat kota diharapkan tetap aman dan lancar. (anp)












