bernasnews— Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menghadapi dinamika cuaca ekstrem pada Minggu, 4 Januari 2026. Sejak pagi hingga malam, hujan lebat dan angin kencang masih mengintai sejumlah wilayah dan menuntut kewaspadaan penuh dari masyarakat.
Sejak pukul 07.00 WIB, prakiraan cuaca berlaku selama 24 jam dan menunjukkan potensi hujan yang meningkat pada siang hingga malam hari. Kondisi atmosfer yang lembap dan pergerakan angin aktif dari barat daya hingga barat laut mendorong pembentukan awan hujan secara intensif di wilayah DIY.
Pagi hari membuka aktivitas warga dengan kondisi cerah hingga berawan. Memasuki siang hingga sore hari, awan konvektif tumbuh cepat dan memicu potensi hujan sedang hingga lebat.
Wilayah Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul bagian utara menghadapi ancaman hujan yang lebih dominan. Intensitas hujan yang meningkat berpotensi memicu genangan, limpasan air, hingga longsor di wilayah perbukitan.
Pada malam hari, hujan masih turun meski dengan intensitas lebih ringan. Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Sleman, serta Gunungkidul bagian selatan berpeluang menerima hujan ringan yang dapat berlangsung sporadis.
Memasuki dini hari, awan masih mendominasi langit DIY. Kondisi berawan menandai belum stabilnya atmosfer dan membuka peluang perubahan cuaca secara mendadak.
Sepanjang hari, suhu udara di DIY bergerak pada kisaran 22 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara yang tinggi, antara 75 hingga 98 persen, memperkuat pembentukan awan hujan.
Angin bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5–25 km/jam, sehingga berpotensi memperkuat hujan disertai angin kencang di beberapa titik.
Kondisi cuaca juga memengaruhi wilayah perairan. Gelombang laut di Perairan DIY mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter dan masuk dalam kategori sedang.
Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari nelayan dan pelaku aktivitas wisata bahari. Angin yang aktif dapat meningkatkan risiko bagi perahu kecil dan aktivitas di pesisir selatan.
Otoritas meteorologi mengeluarkan peringatan dini dan meminta masyarakat untuk mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Ancaman ini terutama mengarah ke Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul bagian utara.
BMKG menegaskan cuaca ekstrem masih menjadi bagian dari dinamika musim hujan di DIY. Masyarakat perlu memantau informasi cuaca terkini, merencanakan aktivitas dengan cermat, dan mengutamakan keselamatan. (ef linangkung)











