bernasnews— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat.
Sejak Jumat pagi hingga 24 jam ke depan, BMKG meminta seluruh warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah DIY.
BMKG menetapkan peringatan ini mulai berlaku Jumat, 2 Januari 2026, pukul 07.00 WIB, dan akan berlangsung sepanjang hari.
BMKG memprakirakan pagi hari akan menghadirkan potensi hujan ringan di Sleman bagian Utara. Meski intensitas hujan masih tergolong ringan,
Memasuki siang hingga sore hari, BMKG mencatat peningkatan signifikan potensi hujan ringan hingga sedang di berbagai wilayah.
Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara akan menerima curah hujan yang lebih merata.
BMKG menegaskan bahwa pada periode ini hujan berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang, terutama saat awan cumulonimbus berkembang secara maksimal.
Saat malam tiba, hujan ringan masih berpotensi mengguyur Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
Memasuki dini hari, perkiraan hujan ringan hingga sedang berpindah ke wilayah selatan DIY.
Kulon Progo bagian Selatan, Bantul bagian Selatan, dan Gunungkidul bagian Selatan berpotensi mengalami hujan dengan durasi cukup lama.
BMKG mencatat suhu udara di DIY berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, yakni 70 hingga 97 persen. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan secara intensif.
Sementara itu, angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5 hingga 25 kilometer per jam.
BMKG juga merilis prakiraan gelombang laut di Perairan Daerah Istimewa Yogyakarta. Perkiraan tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk dalam kategori sedang.
BMKG meminta nelayan, pelaku wisata bahari, dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca buruk.
Melalui peringatan dini, BMKG menegaskan potensi hujan sedang yang dapat bersamaan dengan kilat, petir, dan angin kencang di Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan dan kesiapan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja. (ef linangkung)












