bernasnews — Respons kemanusiaan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera terus berlanjut. Memasuki pekan keempat sejak bencana terjadi pada 27 November 2025, Muhammadiyah memperkuat penanganan darurat di tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Dukungan juga datang dari daerah, salah satunya Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
PDM Muhammadiyah Gunungkidul menyalurkan bantuan logistik ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas.
Selain bantuan logistik, Muhammadiyah Gunungkidul juga mengirimkan satu orang relawan ke wilayah Aceh Tamiang guna mendukung penanganan darurat di lapangan.
Ketua PDM Muhammadiyah Gunungkidul, Sadmonodadi, menyampaikan bahwa penggalangan dana yang dilakukan berhasil menghimpun dukungan dari warga Muhammadiyah dan berbagai elemen masyarakat.
Hingga akhir Desember 2025, total donasi yang terkumpul mencapai Rp502.462.078 dan dialokasikan untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera.
Sadmonodadi menyatakan bahwa penggalangan donasi masih dibuka hingga proses pemulihan dinyatakan selesai oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Milad Muhammadiyah ke-113 pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa dana yang terhimpun merupakan amanah masyarakat dan dikelola secara transparan serta akuntabel.
Menurutnya, keterlibatan Muhammadiyah dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk hadir di tengah masyarakat pada situasi darurat dan krisis kemanusiaan.
Melalui kegiatan tersebut, Muhammadiyah Gunungkidul menggerakkan relawan, jaringan organisasi, dan sumber daya yang tersedia untuk mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak.
Upaya ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan struktur Muhammadiyah di tingkat pusat dan daerah tujuan bantuan.
Dukungan terhadap gerakan kemanusiaan ini juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Muhammadiyah dalam penggalangan bantuan bagi korban bencana di Sumatera.
Endah menyebutkan bahwa total donasi yang dihimpun dari berbagai elemen masyarakat di Gunungkidul mendekati Rp1 miliar.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul turut mendorong partisipasi aparatur sipil negara (ASN) dalam penggalangan dana. Hingga akhir Desember 2025, donasi yang terkumpul dari berbagai sumber dilaporkan telah mendekati Rp800 juta.
Menurut Endah, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, termasuk Muhammadiyah Gunungkidul, menunjukkan peran aktif masyarakat dalam mendukung penanganan bencana secara nasional.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus memfasilitasi upaya penggalangan dan penyaluran bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Gerakan kemanusiaan yang dilakukan Muhammadiyah Gunungkidul masih berlanjut seiring kebutuhan pemulihan di wilayah terdampak.
Penyaluran bantuan dan penugasan relawan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan serta koordinasi dengan Muhammadiyah pusat. (Eln)












