bernasnews – Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan sejumlah kantong parkir tambahan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Langkah tersebut dilakukan guna mengurangi kepadatan parkir di kawasan inti kota sekaligus menekan potensi parkir liar di sejumlah titik strategis.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa penambahan kantong parkir merupakan bagian dari penataan ruang kota agar tersedia ruang parkir baru yang mampu menampung kendaraan, khususnya roda empat, selama masa libur panjang.
“Saya kira konsep kebijakan bagaimana menata supaya parkir ada space-space baru yang kita kondisikan untuk mengantisipasi overload parkir,” ujar Hasto.
Lokasi Kantong Parkir Tambahan
Pemkot Yogyakarta telah menetapkan beberapa lokasi sebagai kantong parkir tambahan untuk kendaraan roda empat, di antaranya Stadion Kridosono dan lahan selatan PLN di Jalan Margo Utomo.
Kedua lokasi tersebut merupakan aset milik PT Anindya Mitra Internasional (AMI), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DIY.
Hasto menegaskan bahwa kedua lokasi tersebut diperuntukkan bagi kendaraan roda empat dan tidak disiapkan untuk parkir bus. Untuk kendaraan bus wisata, Pemkot memusatkan parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP) eks Menara Kopi di Jalan Abu Bakar Ali.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga berencana memanfaatkan lahan SMPN 3 Yogyakarta sebagai kantong parkir tambahan di sisi barat kawasan Malioboro. Sementara itu, TKP Ngabean akan dioptimalkan untuk kendaraan yang datang dari arah barat Kota Yogyakarta.
“Sehingga kita berharap betul yang ada di core zone sumbu filosofi, yang ada parkir bus tinggal di TKP Senopati. Yang lainnya kita usahakan untuk parkirnya jauh dari core zone sumbu filosofi,” kata Hasto.
Antisipasi Parkir Liar dan Kemacetan
Pemkot Yogyakarta juga melakukan koordinasi dengan Satlantas Polresta Yogyakarta untuk mengondisikan area di selatan Stasiun Tugu agar terbebas dari parkir dan berhenti kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Menurut Hasto, kawasan tersebut merupakan lokasi parkir liar yang kerap muncul dan telah berlangsung dalam waktu lama.
Selain itu, Pemkot mengantisipasi munculnya parkir liar musiman yang biasanya terjadi saat uji coba Malioboro full pedestrian. Pada periode Nataru 2025/2026, kebijakan full pedestrian tidak diberlakukan sehingga diharapkan parkir liar di sirip-sirip jalan tidak terjadi.
Pemkot juga memperluas penerapan pembayaran parkir menggunakan QRIS, termasuk untuk parkir nuthuk, dengan pengawasan yang lebih ketat.
Kapasitas dan Pengelolaan Parkir
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menjelaskan bahwa kantong parkir di Stadion Kridosono memiliki kapasitas sekitar 150 satuan ruang parkir. Sementara lahan di Jalan Margo Utomo mampu menampung sekitar 200 satuan ruang parkir.
Pengelolaan kedua lahan tersebut tetap berada di bawah PT AMI selaku pemilik aset. Adapun rencana pemanfaatan lahan SMPN 3 Yogyakarta masih dalam tahap koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.
“Sejauh ini sudah ada peningkatan signifikan parkir kendaraan. Peningkatan menjelang Nataru sebagian masyarakat yang mudik Natal di Yogyakarta. Prediksi kami peningkatan kedua setelah Natal,” ujar Agus.
Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta mencatat sejumlah Tempat Khusus Parkir (TKP) yang dikelola pemerintah di kawasan Malioboro, antara lain TKP Senopati, TKP Ngabean, TKP Sriwedani, TKP Malioboro II selatan Pasar Beringharjo, dan TKP Beskalan.
Sementara TKP yang dikelola swasta meliputi eks Menara Kopi di Jalan Abu Bakar Ali, TKP Stasiun Tugu, serta area parkir Gembira Loka. Selain itu, parkir tepi jalan tersedia di sekitar 130 ruas jalan di wilayah Kota Yogyakarta.
Pengamanan Jalur Pedestrian
Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat menyampaikan bahwa kepolisian mendirikan tiga pos penjagaan di kawasan pedestrian selatan Stasiun Tugu dan simpang tiga Jalan Pasar Kembang. Pos tersebut berfungsi mengarahkan wisatawan agar tidak memarkir kendaraan sembarangan.
AKP Alvian menambahkan bahwa pihaknya juga akan memasang water barrier sebagai pembatas jalur masuk ke Stasiun Tugu serta menata arus lalu lintas di kawasan tersebut.
“Water barrier akan menandai jalur masuk ke stasiun, sehingga lokasi ini tidak lagi digunakan sebagai parkir liar,” ujar AKP Alvian.
Dengan penambahan kantong parkir dan penguatan pengawasan, Pemkot Yogyakarta berharap pengelolaan parkir selama libur Nataru 2025/2026 dapat berjalan lebih tertib serta mendukung kelancaran aktivitas wisata di Kota Yogyakarta. (Eln)












