BMKG DIY Kembali Ingatkan Potensi Hujan Deras dan Angin Kencang di Yogyakarta Senin 22 Desember 2025 

Prakiraan Cuaca Senin/Foto: BMKG

bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 22 Desember 2025.

Peringatan ini berlaku selama 24 jam, mulai pukul 07.00 WIB, dan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan sejak pagi hari.

BMKG menegaskan bahwa dinamika atmosfer yang aktif memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah DIY.

Pada pagi hari, BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta berada dalam kondisi cerah berawan.

Meski tampak relatif tenang, BMKG menilai kondisi ini sebagai fase awal sebelum peningkatan aktivitas awan konvektif terjadi menjelang siang hari.

Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memprediksi hujan ringan akan mengguyur seluruh wilayah D.I. Yogyakarta.

Namun, BMKG menekankan potensi hujan sedang hingga lebat yang berisiko terjadi di beberapa wilayah utama.

Wilayah dengan potensi hujan lebih tinggi meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara.

BMKG menilai hujan lebat di wilayah tersebut berpotensi menimbulkan genangan air, banjir lokal, serta gangguan aktivitas masyarakat.

Pada malam hari, hujan ringan mungkin masih akan terjadi dan bergeser ke wilayah Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.

BMKG mengingatkan warga pesisir dan daerah rawan longsor untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat.

Memasuki dini hari, BMKG memprakirakan cuaca di wilayah DIY akan berada dalam kondisi berawan. Meski intensitas hujan menurun, masyarakat perlu berhati-hati terhadap sisa dampak cuaca sebelumnya.

Suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni 70 hingga 97 persen. Kondisi lembap ini memperkuat potensi pembentukan awan hujan.

Sementara itu, angin bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 10 hingga 25 kilometer per jam.

BMKG mengingatkan bahwa hembusan angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat hujan lebat berlangsung.

BMKG juga mengeluarkan peringatan bagi masyarakat pesisir dan nelayan. Tinggi gelombang laut di Perairan Daerah Istimewa Yogyakarta diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk dalam kategori sedang.

BMKG secara tegas mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat beserta kilat, petir, dan angin kencang di wilayah berikut.

  • Kota Yogyakarta
  • Sleman
  • Kulon Progo bagian utara
  • Gunungkidul bagian utara
  • Bantul bagian utara

Dengan kondisi cuaca yang dinamis ini, BMKG berharap masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dapat bersiap dan mengambil langkah antisipatif demi menjaga keselamatan bersama. (ef linangkung)