News  

BMKG DIY Ingatkan Potensi Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Yogyakarta pada Minggu 21 Desember 2025

Prakiraan cuaca DIY Minggu, 21 Desember 2025. (BMKG)

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah DIY pada Minggu, 21 Desember 2025.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Informasi prakiraan cuaca ini berlaku selama 24 jam penuh, terhitung mulai pukul 07.00 WIB, dan mencakup kondisi atmosfer darat hingga perairan laut selatan Yogyakarta.

Cuaca Pagi Relatif Tenang, Awan Mulai Menggantung

BMKG memprakirakan kondisi cuaca pada pagi hari di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta akan berlangsung cerah berawan. Langit yang tampak relatif bersahabat pada pagi hari tidak menutup kemungkinan menjadi awal perubahan cuaca signifikan menjelang siang.

Masyarakat diminta tidak lengah meskipun cuaca pagi terlihat stabil, karena dinamika atmosfer berpotensi berkembang cepat seiring meningkatnya aktivitas awan konvektif.

Siang hingga Sore, Hujan Mulai Menyebar di Sejumlah Wilayah

Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang akan mengguyur beberapa wilayah utama. Potensi hujan terjadi di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kulon Progo bagian utara, Gunungkidul bagian utara hingga timur, serta Kabupaten Bantul.

Hujan pada periode ini dapat turun secara tidak merata dan bersifat lokal, namun tetap berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dan wilayah rawan genangan.

Malam Hari, Hujan Bergeser ke Wilayah Selatan

Pada malam hari, BMKG memprakirakan hujan ringan akan bergeser ke wilayah selatan DIY. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, serta Gunungkidul bagian selatan.

Masyarakat yang beraktivitas pada malam hari diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama pengguna jalan dan warga yang tinggal di wilayah rawan longsor maupun banjir lokal.

Dini Hari Berawan, Kelembapan Tetap Tinggi

Memasuki dini hari, BMKG memperkirakan kondisi cuaca akan berawan di sebagian besar wilayah DIY. Meski intensitas hujan menurun, tingkat kelembapan udara yang tinggi tetap berpotensi memicu pembentukan awan hujan lanjutan.

Suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 70 hingga 95 persen, kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Angin Kencang Mengiringi Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan bahwa angin bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 10 hingga 25 kilometer per jam. BMKG menegaskan bahwa angin dengan kecepatan tersebut berpotensi menguat secara tiba-tiba, terutama saat hujan lebat terjadi.

Masyarakat diminta mewaspadai potensi pohon tumbang, baliho roboh, serta gangguan jaringan listrik akibat hembusan angin kencang.

Gelombang Laut Sedang, Nelayan Diminta Waspada

Selain kondisi darat, BMKG juga menyampaikan prakiraan gelombang laut di Perairan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tinggi gelombang laut diprediksi berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk dalam kategori sedang.

Nelayan, operator wisata bahari, dan pengguna jasa pelayaran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca

Sebagai penegasan, BMKG secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Gunungkidul bagian utara hingga timur, serta Bantul.

Masyarakat bisa memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG serta mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu di musim penghujan ini.(ef linangkung)