bernasnews – Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadapi potensi cuaca kurang bersahabat sepanjang Sabtu, 20 Desember 2025. Prakiraan cuaca selama 24 jam penuh mulai pukul 07.00 WIB menunjukkan peluang hujan beserta angin kencang di sejumlah wilayah.
Sejak pagi hari, atmosfer cuaca di DIY menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan. Awan mulai menyelimuti sebagian besar wilayah, menandai awal dinamika cuaca yang berpotensi berkembang menjadi hujan pada siang hingga malam hari.
Pada pagi hari, cuaca di wilayah DIY didominasi kondisi berawan. Meski belum turun hujan, lapisan awan tebal mulai menutup langit dan menandakan adanya peningkatan aktivitas atmosfer. Kondisi ini sering menjadi fase awal sebelum hujan turun lebih intens pada jam-jam berikutnya.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan mulai meningkat. Wilayah Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang. Intensitas hujan dapat meningkat secara tiba-tiba dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan, kegiatan pertanian, serta aktivitas luar ruangan lainnya.
Pada malam hari, pola hujan bergerak ke wilayah selatan DIY. Kulon Progo bagian Selatan, Bantul bagian Selatan, dan Gunungkidul bagian Selatan berpotensi mengalami hujan ringan. Meski intensitasnya relatif lebih rendah, hujan malam tetap dapat menimbulkan risiko genangan di wilayah dengan sistem drainase terbatas.
Memasuki dini hari, kondisi cuaca kembali berawan. Meski hujan mulai mereda, kelembapan udara yang tinggi tetap memicu kondisi jalan licin dan jarak pandang terbatas, terutama di kawasan perbukitan dan jalur rawan kabut.
Sepanjang hari, suhu udara di DIY berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara yang tinggi, mencapai 70 hingga 95 persen, turut memperkuat pembentukan awan hujan. Sementara itu, angin bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 10–25 km/jam, yang berpotensi memperparah dampak hujan, terutama dalam bentuk angin kencang.
Kondisi cuaca juga memengaruhi perairan DIY. Tinggi gelombang laut di Perairan Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk dalam kategori sedang. Nelayan, pelaku wisata bahari, dan pengguna transportasi laut perlu meningkatkan kewaspadaan serta mempertimbangkan kondisi keselamatan sebelum melaut.
Peringatan dini menegaskan potensi ra sedang yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
Masyarakat DIY perlu tetap waspada, memantau perkembangan cuaca, dan menghindari aktivitas berisiko saat hujan dan angin kencang terjadi. (ef linangkung)












