News  

Bakar Sampah tanpa Pengawasan, Gudang Daur Ulang Ponpes Al Munaq Bantul Terbakar

Kebakaran gudang penyimpanan limbah daur ulang milik Pondok Pesantren Al Munaq di Pajangan, Bantul, Minggu (14/12/2025). (Ist)

bernasnews – Kebakaran melanda gudang penyimpanan limbah sampah daur ulang milik Pondok Pesantren Al Munaq di wilayah Pajangan, Kabupaten Bantul, Minggu,14 Desember 2025 sore.

Api berasal dari pembakaran sisa sampah tanpa pengawasan dan merembet ke area gudang rongsok di bagian belakang pondok.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Handoyo, menyampaikan bahwa peristiwa kebakaran terjadi di Dusun Bungsing RT 003, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul. Api pertama kali diketahui sekitar pukul 18.06 WIB dan dilaporkan kepada pihak berwenang pada pukul 18.30 WIB.

Api Terlihat Sejak Sore Hari

Menurut keterangan kepolisian, api sebenarnya telah terlihat sejak sore hari. Dua saksi, Dewi Habinatul Alawiyah dan Etika Shovi Nur Izati, melihat adanya pembakaran sampah di area belakang pondok sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, api masih berukuran kecil dan tidak dalam pengawasan. Kondisi tersebut membuat api terus menyala tanpa penanganan awal.

“Api awalnya kecil, namun tidak segera dipadamkan. Sekitar satu jam kemudian, api membesar dan merembet ke gudang penyimpanan limbah daur ulang yang siap dijual,” ujar Iptu Rita Handoyo.

Material limbah yang mudah terbakar menyebabkan api cepat menjalar. Situasi tersebut menimbulkan kepanikan di lingkungan pondok pesantren.

Melihat api semakin membesar, para saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada pengurus Pondok Pesantren Al Munaq. Pengurus pondok selanjutnya meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman secara manual.

Upaya awal dilakukan sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Langkah tersebut bertujuan mencegah api merambat ke bangunan utama pondok pesantren maupun permukiman warga di sekitarnya.

Polisi dan Pemadam Kebakaran Dikerahkan

Petugas Polsek Pajangan yang dipimpin Kapolsek Pajangan AKP Heru Suryadi, S.H., tiba di lokasi bersama personel piket jaga. Aparat kepolisian segera melakukan pengamanan lokasi serta membantu proses pemadaman api.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul juga mengerahkan dua unit mobil pemadam dengan sekitar enam personel. Tim pemadam dipimpin oleh BP Jirohim Sholeh.

Melalui koordinasi antara kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan warga, api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat sehingga tidak meluas ke area lain.

Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, gudang penyimpanan limbah daur ulang mengalami kerusakan akibat material yang terbakar.

“Kerugian ditaksir sekitar Rp500.000,” kata Iptu Rita Handoyo.

Penanganan Pasca Kejadian

Pasca kebakaran, kepolisian melakukan sejumlah langkah penanganan. Aparat mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, serta mengamankan area selama proses pemadaman berlangsung.

Petugas juga melibatkan sejumlah unsur terkait, di antaranya Kanit Intel, Ka SPKT, anggota Samapta, Reskrim, Bhabinkamtibmas Guwosari, Babinsa Koramil Pajangan, serta warga setempat. Kepolisian selanjutnya mengumpulkan data dan keterangan saksi untuk penyusunan laporan resmi kepada pimpinan.

Melalui kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pembakaran sampah. Pembakaran tanpa pengawasan, terutama di lokasi yang menyimpan material mudah terbakar, berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih besar.

“Kami mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan api benar-benar padam,” tegas Iptu Rita Handoyo. (Eln)