TK Ibnul Qayyim Berbah Gelar Program “Sepekan Bersama Bunda”

Peserta program Sepekan Bersama Bunda, di TK Ibnul Qoyyim. (Foto: Kiriman Kusnadi)

bernasnews — Guru atau pengajar pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak Kanak (TK) selain memerlukan latar pendidikan yang sesuai baik PGTK maupun PG- PAUD namun juga harus memiliki sifat yang sabar, lembut kreatif dan penyayang. Pasalnya guru TK atau PAUD fokus pada pengembangan dasar baik fisik, mental, sosial dan emosional anak usia 3 – 6 tahun.

Dalam memberikan pengajaran melalui pendekatan karakteristik anak dengan metode bermain dan belajar. Pemberian pembelajaran membaca , menulis, berhitung, bahasa, budaya, seni dan musik, dengan cara yang menyenangkan. Dengan pembelajaran tersebut diharapkan bisa sebagai bekal anak  memasuki dunia pendidikan tingkat Sekolah Dasar.

“Disamping  menjalankan tugas mengajar, membimbing perilaku juga menjalin komunikasi dengan orang tua siswa dengan baik,” ucap Ryska Erliansyah, SPd selaku Kepala TK Ibnul Qoyyim saat mendampingi ibu wali murid menjalankan program Sepekan Bersama Bunda, di halaman TK Ibnul Qoyyim Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, Senin  8 Desember 2025.

Lebih lanjut Ryska menerangkan, bahwa program Sepekan Bersama Bunda merupakan bentuk kerja sama antara guru dengan wali murid TK Ibnul Qayyim. Program tersebut berlangsung selama 6 hari efektif, dimulai hari Senin tanggal 1 sampai Senin tanggal 8 Desember 2025.

“Sabtu dan Ahad libur. TK Ibnul Qoyyim memiliki 6 Kelas A dan B. Nantinya setiap wali akan merasakan mengajar menjadi guru dalam waktu sepekan,” jelasnya.

Suasana upacara yang diselenggarakan oleh siswa siswi TK Ibnul Qoyyim . (Foto: Kiriman Kusnadi)

Program Sepekan Bersama Bunda hanya dilakukan pada akhir semester ganjil pada bulan Desember. Harapannya  wali bisa merasakan betapa repotnya mengajar anak dalam kelas dengan karakteristik dan latar belakang  yang beragam. Dengan demikian diharapkan wali bisa lebih memahami dan menghargai para guru.

“Meskipun disadari bahwa memang hal tersebut adalah sudah  merupakan tugas seorangnya pendidik.” ujar Ryska.

Salah satu guru klas B, Dwi Janah, SPd menyampaikan, bahwa saat berlangsung program Pekan Bersama Bunda, para guru memiliki kesempatan untuk menyelesaikan administrasi kelas, juga menyiapkan raport semester ganjil. Namun guru juga tetap mengawasi berlangsungnya program tersebut.

“Karena sebenarnya tugas mengajar adalah tanggung jawab para guru. Program ini bertujuan  untuk menjalin dan memper erat silaturahmi guru dengan wali murid.” tutur Dwi.

Marina Putri Salaswati salah seorang wali murid yang ikut serta dalam kegiatan Pekan Bersama Bunda menyampaikan ketegangan sekaligus menyenangkan  saat menjadi guru dalam sepekan. Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan. “Bisa merasakan bagaimana rasanya begitu repotnya menangani tingkah anak dalam kelas.” ucapnya. (nun/ Kusnadi, KIM Berbah)