News  

Pernah Coba Akhiri Hidup Empat Bulan Lalu, Lelaki Pandak Ditemukan Gantung Diri di Rumahnya

Lelaki Pandak Ditemukan Gantung Diri/Foto: Polres Bantul

bernasnews – Warga Pandak, Bantul, gempar dengan penemuan seorang lelaki yang gantung diri di rumahnya pada Selasa (9/12/2025).

Korban berinisial K (47), seorang buruh asal Wijirejo. Sang istri menemukannya dalam kondisi tidak bernyawa di area kandang ayam yang berada di belakang rumah.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa memilukan ini terjadi saat istri korban, Wiji Lestari (43), pulang dari bekerja.

Sebelumnya, ia pamit kepada suaminya pada pukul 13.30 WIB.  la kemudian kembali ke rumah sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung memanggil suaminya.

Ketika korban tidak menyahut, Wiji mencari ke seluruh ruangan. Ia akhirnya berjalan menuju belakang rumah.

Saat memasuki area kandang ayam, Wiji langsung menjerit histeris setelah melihat suaminya tergantung dengan leher terlilit kain sarung yang terikat pada kayu belandar.

Wiji berteriak meminta pertolongan. Dua tetangga, yaitu Ponijan (65) dan E Jin (43), segera mendatangi lokasi setelah mendengar jeritannya.

Ketiganya bekerja sama untuk menurunkan tubuh korban. Wiji memotong kain sarung yang melilit leher suaminya menggunakan pisau, sementara Baban memegangi tubuh korban agar tidak terjatuh ke lantai.

Setelah berhasil menurunkan korban, mereka segera membawa K ke RS UII Pandak untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pada pukul 18.45 Wib, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Pandak. Setelah menerima laporan, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Petugas melakukan olah TKP mengamankan barang bukti, mencatat identitas saksi dan korban, serta memanggil Unit

Identifikasi Polres Bantul. Polisi juga mengecek kondisi korban di RS UII dan melaporkan seluruh perkembangan kasus kepada pimpinan.

Pemeriksaan dokter RS UII, dr. Alhasi Hakim, menunjukkan beberapa fakta penting.

  • Korban diperkirakan meninggal 2-8 jam sebelum diperiksa.
  • Tubuh korban tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.
  • Leher korban menunjukkan luka memar setengah lingkaran bekas jeratan selebar 2,7 cm.
  • Korban mengeluarkan air mani dan air kencing, sementara feses tidak keluar.
  • Tubuh korban belum mengalami kekakuan mayat.

Polisi juga memastikan bahwa kain sarung di TKP sudah dalam keadaan terputus karena dipotong oleh istrinya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka menyatakan tidak ingin melakukan autopsi ataupun menuntut proses hukum lebih lanjut.

Keluarga juga membuat surat pernyataan resmi sebagai bentuk penolakan terhadap pemeriksaan lanjutan.

Keterangan dari seorang keponakan mengungkapkan fakta mengejutkan, empat bulan sebelumnya, lelaki asal Pandak ini ternyata sudah pernah mencoba gantung diri.

Selain itu, saat korban menjalani pemeriksaan poli dalam di RSUD, dokter sempat menyarankan memeriksakan ke poli jiwa. (ef linangkung)