bernasnews– Aksi pencurian menimpa sebuah warung kelontong di Padukuhan Walikangin, Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, pada Jumat siang (05/12/2025).
Pencuri memanfaatkan kondisi warung yang ditinggal pemiliknya menunaikan salat Jumat hingga berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp3 juta.
Peristiwa ini bermula ketika pemilik warung, Surat, memutuskan untuk menutup sebentar usahanya sekitar pukul 11.30 WIB demi melaksanakan salat Jumat di masjid setempat.
Pada waktu yang hampir bersamaan, sang istri juga beranjak ke dapur untuk menyiapkan keperluan rumah tangga. Kondisi warung yang tanpa penjagaan menjadi celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.
“Saat itu tidak ada yang menjaga warung. Saya pergi untuk salat Jumat dan istri saya berada di dapur,” ujar Surat saat menjelaskan kronologi kejadian.
Beberapa menit kemudian, istrinya kembali ke bagian depan warung untuk melanjutkan aktivitas jual beli.
Namun, ia justru mendapati sesuatu yang janggal. Kotak penyimpanan uang yang biasanya berada di tempat semula terlihat terbuka dan uang tunai sebesar Rp3 juta yang ia simpan telah lenyap tanpa jejak.
Sontak, pasangan tersebut langsung panik dan memeriksa seluruh sudut warung. Mereka berusaha menemukan tanda-tanda keberadaan pelaku, tapi tidak membuahkan hasil.
Pencuri diduga masuk dengan cepat, mengambil uang, dan kabur sebelum siapa pun menyadarinya.
Warga sekitar kemudian mendatangi lokasi setelah mendengar kabar pencurian tersebut. Mereka mengaku prihatin sekaligus terkejut karena aksi kriminal terjadi saat mayoritas warga sedang berada di masjid untuk melaksanakan ibadah Jumat.
Hingga kini, pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut kepada aparat berwajib. Polisi tengah melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi serta mencari kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika meninggalkan rumah atau tempat usaha pada jam-jam rawan.
Pencurian warung di Tanjungsari ini juga menegaskan bahwa pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kelengahan sekecil apa pun untuk melancarkan aksinya. (ef linangkung)











