bernasnews — Lik dan Yu resmi menjadi sapaan akrab bagi wisatawan yang berkunjung di Desa Wisata Sorasan Embung Kali Opak, Kabupaten Sleman, DIY. Lik buat panggilan wisatawan laki-laki, dari kata pak cilik (paman, red). Sedangkan Yu merupakan panggilan untuk pengunjung perempuan, dari kata mbakyu atau kakak perempuan.
Sapaan akrab Lik dan Yu itu untuk wisatawan tanpa membedakan usia, kaik itu anak anak, dewasa, orang tua, pejabat atau orang biasa ketika masuk menjadi pengunjung wisata di Desa Wisata Sorasan. Semua dipanggil sama meski latar belakang umur, pangkat, kedudukan dan kekayaan berbeda.
Semua mendapatkan panggilan yang sama untuk kebersamaan dan keakraban wisatawan, demikian disampaikan oleh Ari Samiati, Sekretaris Pengelola Desa Wisata Sorasan Embung Opak, di Pendopo Embung Opak Desa Wisata Sorasan, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, DIY, Kamis (27/11/2025)
“Panggilan akrab Lik dan Yu menjadikan salah satu ciri khas yang ada di desa wisata Sorasan. Selain menjadi sapaan akrab Lik-Yu juga menjadi motif batik buatan para pembatik Sorasan. Kain batik yang juga menjadi salah satu seragam pengurus Desa Wisata Sorasan,” kata Yu Ari.
Desa Wisata Sorasan selain mempunyai Embung Opak sebagai sentral kegiatan wisata, dengan adanya Pendopo dan halaman luas dapat dipergunakan sebagai tempat resepsi pernikahan, family gathering, rapat, pengajian atau outbond.
Juga di area Embung Opak terdapat beberapa homestay berasitektur dari kayu dan bata ekspos, yang lebih alami dan asri. Homestay tersebut berada di atas kolam menambah kenyamanan bagi para pengunjung. “Homestay selain ada di Embung Opak juga ada juga homestay yang tersebar di rumah warga Sorasan. Jadi satu dengan pemilik rumah masing-masing,” imbuhnya.
Kamar homestay di Sorasan mampu menampung 50 orang pengunjung. Biasanya anak-anak sekolah menganggap bermalam di Sorasan itu seperti suasana camping atau kemah hanya tidak pakai tenda. Pengganti tenda adalah rumah penduduk, jadi mereka senang tidur beralas tikar di atas lantai seperti suasana ketika berkemah.
Selain menginap ada beberapa paket wisata disiapkan diantaranya paket jelajah kampung dengan bersepeda, edukasi praktek bertani dan berkebun. Membuat batik , praktek masak kuliner yang ada di Sorasan dan outbond.
“Menyambut libur Natal dan Tahun Baru kita mempersiapkan segalanya untuk kedatangan pengunjung. Lebih gencar untuk promosi lewat media sosial,”ujar Yu Ari.
Menurut Yu Faikoh pemudi warga Sorasan yang aktif di Desa Wisata, bahwa yang menjadi penguat dan pendukung Desa Wisata adalah alam yang masih asri, masyarakat yang guyub rukun merasa memiliki, kekompakan dan saling menghargai. “Juga ciri khas yang ada di dusun tersebut seperti makanan, minuman, dan hasil pertanian,” ungkapnya.
Desa Sorasan yang diapit beberapa pasar menjadikan banyak warga menggeluti bidang usaha kuliner, produknya dijual kepasar sekitar. Banyak jenis kuliner di produksi warga namun ada tiga menjadi ciri khasnya yaitu Apem Mbah Rokayah, Gandos, dan Peyek Iwak Kalen.
“Apem produksi Mbah Rokayah telah melegenda. Bertahun-tahun Mbah Rokayah produksi apem dan berjualan di pasar sampai sekarang. Usia 70 tahun masih tetap produksi dan jualan di pasar,” pungkas Yu Faikoh, yang juga Mahasiswa semester 7 dari UGM. (nun/ Kusnadi, KIM Berbah)












