News  

Timpel Perpustakaan Paroki Bantul : Keprihatinan Soal Membaca Jadi Perhatian Bersama

Tim Pelayanan Perpustakaan Paroki Gereja Santo Yakobus Bantul saat silaturahmi di kediaman pegiat literasi di Pajangan, Bantul. (Foto : Ch. Endah Heruwati).

bernasnews – Membaca adalah bagian tidak terpisahkan dari dunia pendidikan atau bahkan kehidupan manusia. Dengan banyak membaca, seseorang akan memperoleh banyak informasi, pengetahuan, wawasan, kearifan, dan hubungan antarinsan.

Namun dalam kenyataan, membaca belum atau tidak menjadi kebiasaan sebagian warga masyarakat. Mereka umumnya lebih suka berbicara, menonton, sampai ada yang larut dalam kesukaaan terhadap sarana komunikasi gadget. Untuk yang terakhir ini, juga melanda anak-anak kecil bawah tiga tahun (batita) sampai sebagian peserta didik.

Kondisi yang cukup memprihatinkan ini, khususnya bagi lingkup keluarga, pendidikan, dan gereja, harus menjadi perhatian bersama. Dari pihak keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan berbagai elemen yang ada harus memiliki kepedulian untuk menggiatkan gerakan membaca di masyarakat dengan berbagai langkah nyata. Ibaratnya, kalau belum dapat menyalakan obor, cukup menyalakan lilin kecil supaya keadaan menjadi terang.

Hal tersebut mengemuka dalam perbincangan kecil Tim Pelayanan Perpustakaan Paroki Gereja Santo Yakobus, Bantul, DIY Yohanes Nugroho, Mateus Simbar Joko Cahyono, V. Toto Warsito, Gabriella Pipit Lina, dan Willy Putranta dengan pegiat literasi Y.B. Margantoro di Perum GMJR, Guwosari, Pajangan, Bantul, pertengahan November 2025.

Hasil dari perbincangan itu adalah akan diadakannya Seminar Literasi Menulis dan Membaca dengan tema “Mewartakan Suka Cita Natal” di aula Gereja Santo Yakobus Bantul, Minggu (30/11/2025) pukul 15.00 WIB – selesai. Tampil sebagai pembicara Y.B. Margantoro dan Willy Putranta.

“Kami berharap, dari seminar ini dapat membantu memberikan kesadaran baru pentingnya membaca dan menulis khususnya bagi umat Katolik di Paroki Gereja Santo Yakobus Bantul. Kami pernah memiliki sarana perpustakaan gereja, namun belum tertata baik. Kami ingin sarana ini dapat diperbaiki, fungsional, dan memberikan manfaat bagi umat,” kata Yohanes Nugroho.

Mateus Simbar dan Toto Warsito menambahkan, belum tertatanya dengan baik perpustakaan gereja juga karena masih rendahnya kesadaran membaca umat. Oleh karenanya, semua kalangan di paroki agar saling membantu untuk mewujudkan kebiasaan baru umat yakni gemar membaca. (mar)