bernasnews – Taman Doa Maria Bunda Gereja Jurang Metes terletak di Dusun Metes, Kalurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan masuk dalam wilayah Paroki Gereja Santa Theresia Sedayu, Bantul.
Rute perjalanan ke sana, sekitar 12 km dari pusat kota Yogyakarta ke arah barat menyusuri Jalan Wates (ke arah Bandara YIA). Sampai di Pertamina Rewulu, maju sekitar 100 meter, kiri jalan ada gerbang desa bertuliskan “Surobayan”. Silakan masuk ke kiri dan ikuti jalan menuju arah Pajangan sekitar 2.5 km. Lokasi taman doa ada di sebelah kiri jalan. Ada petunjuk lokasi yang memandu peziarah.
Taman doa ini mulai dibangun pada tanggal 14 Agustus 2017. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Simbah Thomas Harjo Diono, pemilik lahan yang juga merupakan cucu dari Simbah Mario Jogo Prayitno dan tercatat sebagai orang pertama yang menerima baptisan di Dusun Metes.
Berkat pengalaman spriritual yang begitu membekas, yakni perjumpaan dengan Bunda Maria dalam sebuah mimpi, mendorong Simbah Harjo untuk berbuat sesuatu. Pengalaman spiritual ini dikuatkan dengan peristiwa serupa yang dialami oleh dua warga di sekitar Dusun Metes, yakni Rinto dan Bud. Mereka melihat penampakan Bunda Maria di desa setempat meskipun mereka memiliki keyakinan yang berbeda dengan Simbah Harjo.
Akhirnya dengan tulus ikhlas Simbah Harjo merelakan tanah seluas 4.500 meter,yang dia miliki untuk diserahkan kepada Gereja Santa Theresia Sedayu agar dapat dijadikan sebagai tempat doa.
Pengurus Taman Doa Maria Bunda Gereja Jurang Metes Yohanes Sariman yang ditemui tim penulis buku Goa Maria dari Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Gamping, Sleman, DIY menyampaikan bahwa, pembangunan sempat terhenti sementara karena belum ada izin dari Keuskupan Agung Semarang. Proses perizinan dan penataan taman doa mulai dilanjutkan kembali ketika Romo Antonius Hadi Cahyono, Pr dan Romo Ambrosius Heri Krismawanto, Pr datang melayani di Paroki Sedayu.
Kemudian pada tanggal 12 Maret 2022, Patung Bunda Maria pelindung Gereja secara resmi ditahtakan di taman doa ini. Patung Bunda Maria itu, yang hanya ada satu-satunya di Asia Tenggara, dipesan secara khusus untuk taman doa Bunda Gereja ini. Patung tersebut tergolong unik karena dikelilingi sembilan orang anak yang melambangkan kasih Bunda yang merangkul dan mengajak semua umat untuk berdoa, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Sekitar setahun kemudian, yakni pada tanggal 7 April 2023, Pemerintah Kabupaten Bantul secara resmi mengakui Taman Doa Maria Bunda Gereja Jurang Metes sebagai tempat wisata rohani.
Kegembiraan umat pun semakin lengkap ketika pada tanggal 6 Oktober 2023, Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko bersedia berkunjung ke tempat ini dan berdoa bersama umat.
AKSES JALAN MUDAH
Dari pengalaman kunjungan tim penulis buku, akses jalan menuju lokasi taman doa ini relatif mudah. Peziarah dapat menempuh dengan kendaraan kecil maupun bus, meski lokasi parkir masih sangat terbatas. Ada baiknya pengunjung menghubungi pengurus setempat, jika datang menggunakan kendaraan besar seperti bus.
Taman Doa Maria Bunda Gereja ini berdiri di kawasan lembah atau jurang yang memiliki air terjun kecil dan selalu meneteskan air, sehingga wilayah ini dinamakan Dusun Metes.
Di sekitar Taman Doa ini juga terdapat sumber mata air atau sering disebut belik, yang airnya tidak pernah habis, bahkan saat musim kemarau. Uniknya meskipun air belik ini selalu penuh, airnya tidak pernah meluber atau meluap keluar. Kini, air dari belik ini digunakan sebagai air suci yang dapat diambil oleh para peziarah yang berkunjung.
Lokasi goa taman doa terletak sekitar 100 meter dari tempat parkir. Jalan masuk saat ini relatif sudah cukup baik, dengan akses jalan konblok, bahkan motor dapat langsung parkir di depan goa. Hanya saja jalan cukup curam dan licin saat musim hujan.
Suasana hening, teduh, gemericik air, aneka tanaman hutan yang menjulang tinggi, dan tanaman hias baik yang tumbuh liar atau ditata dengan cantik, menyambut kedatangan setiap peziarah, menawarkan suasana sejuk, ketenangan dan kenyamanan berdoa, sehingga para peziarah,betah berlama lama berada di sana.
Bahkan ketika penulis berkunjung, ada beberapa peziarah yang sudah beberapa hari berada di sana bermalam di gazebo. Tempat ini memang disediakan oleh pengelola untuk para peziarah untuk beristirahat atau bermalam.
Pengelola taman doa Yonanes Sariman mengemukakan, taman doa ini tidak hanya dikunjungi umat Katolik saja, tetapi juga dari kepercayaan lain, seperti Hindu, Budha, Kristen dan Muslim.
Taman Doa Jurang Metes meskipun belum sepopuler taman doa lainnya tetapi sudah banyak peziarah dari kota lain yang berkunjung seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Bogor, Lampung, Kupang, dan NTT.
Di tempat ini, setiap malam Jumat dan terkadang hari Selasa malam, selewat pukul 24.00 WIB secara rutin diadakan juga kegiatan doa Rosario bersama oleh warga Katolik sekitar goa dan para peziarah yang datang dari luar wilayah
“Taman doa ini menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam. Semoga Taman Doa Bunda Gereja Jurang Metes terus berkembang dan semakin banyak peziarah yang datang mengunjunginya,” kata Sariman menambahkan. (mar/Bernadekta Kushayati Mawartiningtyas/Umat Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Gamping, Sleman, DIY)












