News  

Warga Tetap Waspada: Potensi Hujan Sedang Disertai Petir dan Angin Kencang Mengintai Sabtu, 22 November 2025

Prakiraan Cuaca Sabtu/Foto: BMKG

bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat.

BMKG DIY meminta warga tetap waspada. Potensi hujan dengan intensitas sedang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang pada Sabtu, 22 November 2025. Peringatan ini berlaku sepanjang 24 jam mulai pukul 07.00 WIB.

Prediksi kondisi cuaca pada pagi hari cerah berawan. Namun, cuaca mulai berubah signifikan pada siang hingga sore hari.

Pada periode ini, potensi hujan ringan hingga sedang terjadi di beberapa wilayah, yakni Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara hingga tengah, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara hingga timur.

Pola awan konvektif yang berkembang sejak siang hari berpotensi memicu hujan dengan intensitas lebih kuat yang kadang muncul tiba-tiba.

Memasuki malam hingga dini hari, BMKG memprakirakan langit kembali didominasi awan. Meskipun tidak terpantau adanya potensi hujan signifikan pada periode ini, cuaca berawan tetap membuka peluang terjadinya perubahan atmosfer mendadak.

Secara umum, suhu udara di DIY berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada di rentang 65 hingga 95 persen.

Sementara itu, angin bertiup dari arah barat daya hingga barat dengan kecepatan 5–20 km/jam.

Pola angin ini berpotensi mengangkut massa udara lembap yang dapat memperkuat pertumbuhan awan hujan.

Untuk masyarakat pesisir, BMKG juga menginformasikan kondisi gelombang laut di perairan DIY. Perkiraan tinggi gelombang berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter, masuk dalam kategori sedang.

Nelayan, wisatawan pantai, serta operator kapal sebaiknya memperhatikan kondisi ini agar aktivitas di laut tetap aman dan terpantau.

Dalam peringatan dini resminya, BMKG DIY menekankan agar warga waspada, terutama di wilayah Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara.

Fenomena ini dapat muncul secara cepat dan menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat, termasuk potensi pohon tumbang, penurunan jarak pandang, serta risiko genangan di beberapa titik.

BMKG meminta warga untuk tidak menganggap remeh cuaca yang terlihat cerah pada pagi hari.

Pola cuaca transisi dan dinamika atmosfer yang tidak stabil dapat memicu perubahan mendadak pada siang hingga sore hari. (ef linangkung)