News  

Cuaca DIY Jumat, 21 November Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang, BMKG Minta Warga Siaga

Prakiraan cuaca DIY Jumat, 21 November 2025. (BMKG)

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengingatkan warga Daerah Istimewa Yogyakarta agar mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang pada Jumat, 21 November 2025.

Peringatan ini berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB seiring dinamika cuaca yang bergerak cepat. Pola atmosfer menunjukkan perkembangan awan konvektif yang intens, terutama di wilayah utara DIY.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan lebat yang turun tiba-tiba dengan dampak berupa genangan, angin kencang sesaat, dan potensi pohon tumbang.

Perubahan Cuaca dari Pagi hingga Malam

Pagi hari di seluruh wilayah DIY diprakirakan cerah berawan. BMKG menyebut matahari masih dapat menerobos sela awan sebelum kondisi berubah lebih dinamis pada siang hari.

Memasuki siang hingga sore, wilayah Sleman, Gunungkidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Awan pekat diprediksi bergerak dari arah barat laut dan barat daya, membentuk sistem hujan yang dapat disertai kilat dan angin kencang.

Kota Yogyakarta dan Bantul bagian utara diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang. Intensitas dapat meningkat seiring masuknya massa udara lembap dari wilayah sekitar.

Pada malam hari, cuaca cenderung berawan. Meskipun tidak terindikasi hujan lebat, BMKG tetap mengimbau kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca yang mungkin terjadi mendadak.

Saat dini hari, hujan ringan berpotensi turun di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan, dengan hujan sporadis terutama di kawasan pesisir.

Suhu, Angin, dan Kondisi Laut

Suhu udara pada Jumat berada pada kisaran 22–31 derajat Celsius, sementara kelembapan 65–98 persen. Menurut BMKG, kelembapan tinggi memperkuat peluang terbentuknya awan cumulonimbus yang memicu hujan lebat.

Arah angin bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan 5–25 km/jam, menandakan suplai massa udara dari Samudra Hindia menuju daratan DIY yang dapat memicu cuaca ekstrem.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang diprediksi 1,25–2,5 meter dan dikategorikan sebagai gelombang sedang. Nelayan, wisatawan pantai, dan operator kapal diminta berhati-hati, terutama pada sore hingga malam ketika kecepatan angin berpotensi meningkat.

BMKG DIY menegaskan kembali peringatan dini untuk Sleman, Gunungkidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara sebagai wilayah yang paling berpotensi terdampak hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Warga diminta mengamankan barang di luar rumah, menghindari berteduh di bawah pohon besar, serta menjauhi kawasan rawan banjir atau longsor. BMKG juga menganjurkan masyarakat memantau pembaruan prakiraan melalui kanal resmi.

Cuaca pada Jumat diperkirakan berlangsung dinamis, dari pagi cerah hingga potensi badai lokal pada siang dan sore. Kewaspadaan diperlukan untuk mengurangi risiko akibat perubahan cuaca mendadak. (Eln)