bernasnews– Seorang petani asal Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, meningg*l dunia secara mendadak saat tengah membajak sawah menggunakan traktor pada Jumat (21/11/2025) pagi.
Peristiwa ini mengguncang warga Padukuhan Tegalsari, Donotirto, yang menjadi saksi suasana panik ketika korban tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri di area persawahan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan kronologi lengkapnya. Insiden memilukan itu terjadi di area persawahan yang terletak di timur Dusun Tegalsari, Donotirto, Kretek.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Korban bernama M. Jacpar, laki-laki kelahiran Bantul, 28 Juli 1970, berprofesi sebagai penjahit dan berdomisili di Busuran RT 039, Donotirto, Kretek.
“Para saksi menyampaikan bahwa korban sudah tampak kelelahan sejak mulai membajak sawah pada pukul 07.30 WIB,” ujarnya.
Menurut keterangan saksi, korban sempat mengeluh capek setelah membajak dua putaran sawah. Tidak lama kemudian, traktor yang ia operasikan tiba-tiba bergerak sendiri. Korban kehilangan keseimbangan, jatuh telungkup, dan tidak lagi merespons panggilan warga.
Melihat kondisi korban yang tergeletak, para saksi segera memberikan pertolongan. Mereka mengangkat tubuh korban dan meminta bantuan warga lain yang melintas.
Dengan sigap, warga membawa korban menggunakan ambulans siaga Dusun Tegalsari menuju Puskesmas Kretek.
Kondisi korban tidak membaik ketika tiba di Unit Gawat Darurat Puskesmas Kretek pada pukul 08.15 WIB.
Dokter Hanifah Khoirunnisa, yang melakukan pemeriksaan medis, menyatakan bahwa korban datang dalam keadaan koma, tidak memberikan respons, dan tanpa tanda-tanda vital.
Pemeriksaan menunjukkan pupil midriasis maksimal, nadi tidak teraba, kulit akral terasa dingin, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan baik tumpul maupun tajam.
Hasil EKG menunjukkan asistol pada pukul 08.20 WIB, yang menandakan korban sudah tidak memiliki aktivitas listrik jantung.
“Dokter juga mengonfirmasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit diabetes melitus (DM) dan hipertensi yang tidak terkontrol, yang sangat mungkin menjadi faktor pemicu kematian mendadak,” paparnya.
Setelah menerima laporan, Pawas dan Ka SPKT Polres Bantul bersama piket fungsi langsung mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa kondisi korban yang sudah berada di Puskesmas Kretek.
Tim Identifikasi Polres Bantul dan Tim Inafis dengan pimpinan Aipda Teguh Wijaya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tubuh korban.
Hasilnya memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan sehingga peristiwa ini bukan tindakan kriminal.
Iptu Rita Hidayanto menyampaikan bahwa pihak keluarga membenarkan korban memiliki penyakit bawaan berupa diabetes melitus dan hipertensi.
Kondisi tersebut besar kemungkinan memicu kelelahan berat saat petani asal kretek itu membajak sawah.
“Mungkin itu yang menyebabkan ia terjatuh dan mengalami kolaps,” paparnya. (ef linangkung)











