bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan dini yang perlu diperhatikan masyarakat.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada Selasa, 18 November 2025, terutama pada rentang siang hingga sore hari. Prakiraan ini berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB.
BMKG menjelaskan bahwa cuaca pagi di seluruh wilayah DIY cenderung berawan. Kondisi tersebut tidak menjamin cuaca akan tetap stabil hingga siang hari.
Awan tebal yang menggantung menjadi indikasi tumbuhnya awan konvektif yang dapat memicu hujan pada periode berikutnya.
Memasuki siang hingga sore, BMKG mengidentifikasi potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi di Sleman bagian utara, Kota Yogyakarta, Gunungkidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara.
Cuaca ekstrem ini berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang, sehingga masyarakat diminta tidak beraktivitas di ruang terbuka ketika tanda-tanda cuaca memburuk mulai terlihat.
Selain itu, hujan ringan diprakirakan turun di wilayah lain seperti Kulon Progo bagian tengah, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian selatan. Hujan dengan intensitas ringan tetap berpotensi mengganggu aktivitas, terutama bagi pengguna jalan.
Pada malam hari, hujan ringan berpeluang turun di Kulon Progo bagian utara, Kulon Progo bagian selatan, dan Bantul bagian selatan. Meskipun intensitas hujan cenderung stabil, kondisi jalan basah tetap memerlukan kewaspadaan tambahan dari masyarakat.
Menjelang dini hari, potensi hujan ringan masih berlanjut di Bantul bagian selatan, Gunungkidul bagian selatan, dan Kulon Progo bagian selatan. Kondisi cuaca basah sejak siang hingga dini hari mencerminkan aktivitas atmosfer yang cukup intens di wilayah DIY.
Parameter Cuaca dan Peringatan BMKG
BMKG melaporkan suhu udara berkisar antara 22–31 °C dengan kelembapan 70–95%. Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5–20 km/jam.
Pola tiupan angin ini menunjukkan adanya pergerakan massa udara dari wilayah perairan menuju daratan yang kerap memicu pertumbuhan awan hujan.
Untuk wilayah pesisir, tinggi gelombang di perairan selatan Yogyakarta berada pada kisaran 1,25–2,5 meter yang termasuk kategori sedang. BMKG meminta nelayan maupun pelaku wisata bahari untuk memperhatikan kondisi tersebut sebelum beraktivitas di laut.
“Waspada potensi hujan sedang–lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Sleman bagian utara, Kota Yogyakarta, Gunungkidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara,” ujarnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi karena dinamika atmosfer dapat berubah dengan cepat. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, serta kawasan rawan longsor saat hujan intens berlangsung. (Eln)












