News  

BMKG DIY Minta Warga Waspada: Awan Tebal, Hujan Lebat, dan Angin Kencang Siap Menguji Yogyakarta Minggu (16/11)

Prakiraan Cuaca Minggu/Foto: BMKG

bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat beserta kilat, petir, dan angin kencang pada Minggu (16/11).

Peringatan dini itu muncul setelah pola awan tebal dari arah barat mulai bergerak cepat menuju wilayah DIY sejak Sabtu malam.

Potensi cuaca ekstrem itu dapat terjadi hampir sepanjang hari, meski intensitasnya berbeda-beda di setiap wilayah. BMKG memprediksi pagi hari berjalan dengan cuaca berawan di seluruh wilayah DIY.

Meski terlihat tenang, awan gelap mulai menunjukkan tanda-tanda pembentukan konvektif yang biasa menjadi pemicu hujan intens.

Memasuki siang hingga sore hari, BMKG mengidentifikasi fase paling berisiko. Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo bagian utara diproyeksikan menerima hujan sedang hingga lebat.

Kota Yogyakarta, Bantul, dan Kulon Progo bagian selatan mendapat peluang hujan ringan. Meski demikian, fenomena angin kencang tetap bisa terjadi di area terbuka, terutama di wilayah pesisir yang lebih sering menerima hembusan angin kuat dari arah barat daya.

BMKG menekankan pentingnya masyarakat menghindari pepohonan besar, area rawan longsor, serta mewaspadai aliran sungai yang bisa meningkat dengan cepat.

Cuaca malam hari masih menyimpan potensi hujan ringan di Kulon Progo, Sleman bagian utara, dan Gunungkidul bagian selatan.

Angin dari barat daya hingga barat laut bertiup stabil dengan kecepatan 5–20 km/jam. Suhu udara turun ke kisaran 23–30°C, membuat udara terasa lebih lembap dan dingin.

Memasuki dini hari, hujan ringan diprediksi bertahan di Bantul selatan, Gunungkidul selatan, dan Kulon Progo selatan.

Pola ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir DIY tetap menjadi kawasan yang harus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi nelayan dan pekerja sektor maritim yang beraktivitas sejak pagi buta.

Prakiraan tinggi gelombang laut di perairan Yogyakarta mencapai 1,25 – 2,5 meter atau kategori sedang. BMKG meminta nelayan memperhatikan kondisi ini, sebab angin kencang dan gelombang sedang dapat mengganggu keselamatan pelayaran.

BMKG mencatat suhu udara berkisar 23–30°C dengan kelembapan tinggi di angka 65–97 persen. Kondisi atmosfer yang sangat lembap seperti ini sering menjadi pemicu pembentukan awan cumulonimbus yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi secara tiba-tiba.

BMKG kembali menegaskan peringatan dini untuk wilayah Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo bagian utara.

Petugas juga mengimbau pengendara sepeda motor dan mobil agar berhati-hati karena hujan lebat dapat memperburuk jarak pandang dan membuat jalan licin. (ef linangkung)