News  

Daya Serap Dana Pihak Ketiga di DIY Belum Optimal

bernasnews – Selisih antara simpanan di Bank Umum Daerah Ismewa Yogyakarta (DIY) dan kredit di Bank Umum DIY dari Oktober 2022 yang sebesar Rp 33,09 triliun ke Oktober 2025 yang sebesar Rp 31,64 triliun menunjukkan bahwa daya serap dana pihak ketiga belum optimal, meskipun mengindikasikan adanya penurunan surplus.

“Hal ini sejalan dengan naiknya LDR dari 57,74% bulan Oktober 2022 menjadi 64,7% bilan Oktober 2025. Artinya, ada peningkatan kredit umum. Alokasi Kredit Bank Umum di wilayah DIY naik dari 45,86% bulan Oktober 2022 menjadi 49,91% bulan Oktober 2025,” kata Dosen Tetap STIE YKPN Yogyakarta dan Wakil Ketua Bidang Non Akademik Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Yogyakarta Dr. Rudy Badrudin kepada bernasnews di Yigyakarta, Sabtu (15/11/2025).

Menurut Rudy yang hadir saat penyampaian materi Ketua Dewan Komisioner LPS Prof. Dr. Anggito Abimanyu pada Temu Media LPS Jogja Solo Semarang, belum optimalnya alokasi kredit Bank Umum di DIY berdasar surplus dana yang masih besar dan wilayah alokasi kredit menunjukkan bahwa ada keterbatasan tanah sebagai tempat kegiatan ekonomi yang sesuai peruntukkan lahan, misalnya untuk pendirian pabrik.

“Tanah yang tersedia hanya dapat untuk investasi yang tidak membutuhkan lahan luas dan itu tidak membutuhkan investasi yang besar dan lahan yang luas, termasuk investasi yang bersifat maya,” kata dia.

Menurut Rudy, solusinya berupa kebijakan yang terkait dengan alih fungsi lahan namun tetap dengan memperhatikan lingkungan hidup untuk keberlanjutan pembangunan dan penyebaran distribusi pembangunan di DIY. Hal ini melalui dana investasi Bank Umum yang sekaligus dapat digunakan untuk mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan, baik yang ditunjukkan dengan Indeks Gini maupun Indeks Williamson. (mar)