bernasnews — Pengawas SD Kordinator Wilayah Kapanewon Berbah membuka kegiatan pelatihan membuat Geguritan dan Cerita Cekak (Cerkak) atau puisi dan cerita pendek berbahasa Jawa di SD Negeri Jomblang 2, Loojisari, Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa 11 November 2025.
Dalam sambutannya, Kepala sekolah SDN Jomblang 2 Erlina Yuliastuti, SP.d mengucapkan terimakasih kepada para penulis yang tergabung dalam Paguyuban Pasbuja Kawi Merapi dengan program Sastrawan Masuk Sekolah ((SMS).
SMS berupa pelatihan membuat Geguritan dan Cerkak melibatkan 52 siswa, dari kelas 4 dan 5 dan juga didampingi beberapa guru. “Harapannya dengan pelatihan dari Penulis Pasbuja siswa akan bisa membuat Geguritan dan Cerita dalam bahasa Jawa,” terang Erlina, di sela-sela kegiatan.
“Kami berharap bahwa hasil tulisan bisa beragam, sesuai dengan kondisi usia para siswa dan layak untuk dibaca. Juga berharap semua hasil karya siswa baik geguritan maupun cerkak bisa dibuat menjadi sebuah buku antologi,” imbuhnya
Pengawas SD Korwil Kapanewon Berbah, Supriyati Basuki Rahayu, S.Pd, M.Pd yang bisa disapa Bu SBR berkenan membersamai dan membuka kegiatan SMS di SDN Jomblang 2. Menurutnya, kegiatan pelatihan membuat Geguritan dan Cerkak oleh Pasbuja merupakan terobosan yang baik.
“Dimana untuk membuka dan mengenalkan sastra Jawa kepada anak-anak. Agar anak dari usia dini bisa memahami sastra Jawa dengan baik dan benar. Dengan demikian sastra Jawa akan bisa lestari terjaga oleh generasi penerusnya.” harap Supriyati.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti berkurangnya budaya mendongeng di kalangan pendidikan dewasa ini. Padahal, menurut Supriyati, dengan mendongeng bisa membuka imajinasi anak dari cerita yang didongengkan.
“Melalui mendongeng bisa juga menyampaikan pesan tentang kesopan, unggah ungguh, adat istiadat dan kesenangan berliterasi,” ujarnya.
Sementara itu, dari Pasbuja Kawi Merapi Budi Sarjono mengemukakan, bahwa program SMS merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Ulang Tahun ke-7 Pasbuja Kawi Merapi, pada bulan November 2025 ini.
Pasbuja Kawi merupakan paguyuban para penulis yang tidak hanya dari Kabupaten Sleman tapi juga dari Yogyakarta maupun di luar DIY. Untuk kegiatan kali ini Budi Sarjono didampingi anggota Pasbuja yang lain Kusnadi, Luciana Indarwati dan Erlina.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Sarjono yang biasa disapa Budsar mengungkapkan, bahwa menulis Geguritan ataupun Cerkak akan lebih mudah mengambil tema dari apa yang ada di sekitar kita atau dari apa yang kita alami sendiri.
” Namun kadang kita bisa bumbui dengan imajinasi yang tanpa batas. Meski tetap menggunakan logika yang ada,” terang Budsar Sastrawan dan Budayawan, yang telah menerbitkan ratusan buku dan tulisan di berbagai media massa.
Budsar juga menyampaikan bahwa literasi harus dipelajari dan dilakukan denganen konsisten. Dengan melakukan kegiatan belajar yang tidak berhenti akan mengasah imajinasi dan kemampuan menulis, yang sebaiknya dimulai dari usia dini. (nun/ Kusnadi, KIM Berbah)












