News  

Prambanan Shiva Festival 2026 Hadirkan Spiritualitas Inklusif di Candi Prambanan

Jumpa pers Prambanan Shiva Festival 2026 yang bakal digelar di Prambanan. foto: birgita/bernasnews

bernasnews – Candi Prambanan kembali menjadi sorotan internasional dengan digelarnya Prambanan Shiva Festival 2026, sebuah perayaan spiritual yang terbuka untuk semua kalangan tanpa batas keyakinan. Festival ini resmi diluncurkan pada Minggu (9/11/2025) di kompleks Candi Prambanan dan akan berlangsung selama sebulan penuh, mulai 17 Januari hingga 15 Februari 2026.

Ketua Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan, Nyoman Aryawan, menjelaskan bahwa festival ini merupakan kali pertama digelar dan menjadi bagian dari rangkaian Shivaratri hingga Maha Shivaratri, sebagai bentuk pemujaan kepada Dewa Siwa untuk memperoleh kesejahteraan dan pencerahan spiritual.

“Selama sebulan penuh kita akan memuja Siwa untuk mendapatkan prosperity, jadi kesejahteraan dan juga spiritual dari Dewa Siwa,” ungkapnya.

Usung The Month of Siwa

Mengusung tema “The Month of Siwa for Spiritual, Peace and Harmony”, Prambanan Shiva Festival 2026 tidak hanya menonjolkan aspek keagamaan, tetapi juga nilai-nilai kedamaian dan harmoni. Festival ini mengajak masyarakat untuk merasakan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan sekitar.

“Kita tidak hanya berbicara pemujaan selama sebulan, tetapi kita mendapatkan spiritualitas, kedamaian dan juga harmoni,” jelas Nyoman.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kegiatan ini akan melibatkan masyarakat sekitar agar perayaan spiritual di Candi Prambanan menjadi ruang kebersamaan lintas budaya dan agama.

Dari Ritual, Budaya, hingga Festival Cahaya

Festival ini akan dibuka pada 17 Januari 2026 dengan perayaan Shivaratri dan ditutup pada 15 Februari 2026 bersamaan dengan Maha Shivaratri. Selama sebulan penuh, pengunjung akan disuguhkan berbagai kegiatan menarik, seperti workshop spiritual, pameran lukisan, Siwa Temple Run, Bakti Siwa Graha, dan Spiritual Tour yang berlangsung antara 9–13 Februari.

Puncak acaranya akan digelar pada 15 Februari dengan dua agenda utama, yaitu International Conference di pagi hari dan Maha Shivaratri di sore hari yang akan berlangsung hingga dini hari berikutnya.

Sebagai penutup yang megah, festival juga akan menghadirkan Festival Cahaya dan Festival Damaru, yang dirancang sebagai simbol penerangan batin dan harmoni semesta.

“Kita akan kemas sehingga kita akan bersama-sama menikmati tidak hanya ritualnya tetapi kegiatannya secara inklusif kepada seluruh masyarakat baik itu nusantara maupun mancanegara,” tambah Nyoman.

Spiritualitas untuk Semua

Dukungan terhadap festival ini datang dari InJourney Destination Management, perusahaan yang mengelola sejumlah destinasi pariwisata nasional. Direktur Komersial InJourney, Gistang Richard Panutur, menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menjadikan destinasi wisata di Indonesia sebagai pusat spiritual dunia.

“Kami selalu mendukung semua kegiatan spiritual di destinasi kami. Ini menjadi DNA kami untuk menjadikan destinasi kami sebagai spiritual destination,” ujar Gistang.

Ia menambahkan bahwa Prambanan Shiva Festival 2026 akan dikemas sedemikian rupa agar tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ikon pariwisata spiritual Indonesia yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

“Festival ini bisa dinikmati inklusif oleh seluruh wisatawan dan memberikan dampak sosial ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, Prambanan Shiva Festival 2026 menjadi wadah inklusif yang mempertemukan berbagai nilai budaya, spiritualitas, dan kemanusiaan. Melalui harmoni antara ritual dan kebersamaan, Candi Prambanan kembali menegaskan dirinya bukan hanya sebagai warisan dunia, tetapi juga pusat spiritualitas global yang terbuka untuk semua kalangan.