bernasnews — Tim Dosen dari Program Studi Teknik Biomedis dan Teknik Industri Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani dalam Hilirisasi Produk Herbal Berbasis Sereh melalui Sciencepreneurship”, berlokasi di Kadipiro, Kabupaten Bantul, DIY.
Kegiatan pengabdian ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui pendanaan tahun 2025.
Kegiatan yang diketuai oleh Mira Setiana, Dosen Teknik Biomedis UPY ini, melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dengan dosen dari Teknik Industri serta dua mahasiswa UPY pendamping. Adapun mitra kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Tanjung Asri yang berlokasi di Kadipiro, Bantul.
“Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan tahun sebelumnya, yang berfokus pada pengenalan proses destilasi minyak atsiri sereh. Tahun ini, pendampingan diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi dan penguatan kewirausahaan berbasis sains (sciencepreneurship), agar kelompok mitra mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi,” kata Mira Setiana, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/11/2025).
Menurut Mira, pendampingan dilakukan melalui tiga kegiatan utama, yaitu: Efisiensi proses destilasi minyak sereh untuk meningkatkan rendemen dan mutu minyak atsiri. Formulasi minyak sereh untuk aplikasi diffuser reed dan minyak oles, dengan memperhatikan kestabilan aroma dan keamanan bahan.
“Juga penentuan masa simpan produk, agar kelompok mampu menjaga kualitas dan daya tahan produk selama penyimpanan dan distribusi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ketua Tim, Mira Setiana menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pemberdayaan perempuan melalui penguasaan teknologi tepat guna dan semangat kewirausahaan. “Kami ingin anggota KWT mampu memahami proses dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, formulasi, hingga strategi pemasaran produk herbal secara berkelanjutan,” harapnya.
Kegiatan disambut antusias oleh anggota KWT Tanjung Asri. Melalui pelatihan ini, mereka mendapatkan pengalaman praktis dalam memproduksi dan mengembangkan produk turunan sereh yang lebih variatif dan bernilai jual.
“Dengan pendampingan berkelanjutan, tim berharap kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem hilirisasi produk herbal lokal, meningkatkan nilai tambah sereh wangi, serta memberdayakan perempuan di sektor pertanian produktif melalui pendekatan sciencepreneurship,” pungkas Mira Setiana. (*/ nun)












