bernasnews– Malam itu, Rabu (5/11/2025), suasana Jalan Ringroad Selatan, tepatnya di utara Kantor Pengadilan Tinggi Negeri Yogyakarta, tampak lengang. Lampu penerangan di sisi jalan redup, sebagian bahkan mati.
Di tengah kondisi gelap itu, sebuah suara benturan keras memecah keheningan. Seorang pedagang cilok, yang setiap malam mengais rezeki di sekitar Bangunharjo, Sewon, terkapar bersama gerobak dan motor yang ia kendarai.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Korban bernama T (40), seorang wiraswasta asal Sumampir, Rembang, Purbalingga, yang kini tinggal di Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Malam itu, seperti biasanya, T mengendarai Honda Beat AB 4997 GO untuk berjualan di sekitar Ringroad Selatan. Namun, langkahnya menuju rezeki harus terhenti di tengah jalan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa ini merupakan kecelakaan tunggal. Dari hasil pemeriksaan petugas Pos Lantas Druwo Polsek Sewon, korban melaju dari arah barat ke timur. Ia hendak berpindah dari jalur lambat ke jalur cepat, diduga kurang konsentrasi akibat minimnya penerangan jalan.
“Korban menabrak pembatas jalan hingga motornya oleng dan terjatuh di aspal. Petugas segera mengevakuasi korban dibantu tim PMI Bantul,” terang Iptu Rita, Kamis (6/11/2025).
Benturan keras membuat korban mengalami luka sobek di kepala bagian belakang. Ia langsung dilarikan ke RS Jogja Yogyakarta. Motornya mengalami kerusakan pada bodi sebelah kiri.
Kecelakaan pedagang cilok ini kembali membuka sorotan terhadap kondisi penerangan di Ringroad Selatan, yang menurut banyak pengguna jalan kurang memadai. Beberapa titik bahkan gelap total, membuat pengendara sulit melihat pembatas atau median jalan.
Iptu Rita Hidayanto mengimbau masyarakat, terutama pengendara roda dua, agar lebih berhati-hati saat berkendara malam hari, khususnya di ruas jalan dengan penerangan minim.
“Utamakan keselamatan. Kurangi kecepatan, jangan berpindah jalur mendadak, dan pastikan kondisi tubuh fit saat mengemudi,” tegasnya. (ef linangkung)











