bernasnews – Takmir Masjid Wiworojati Kampung Suryoputran menyelenggarakan acara Wisata Religi ke Blitar, Kediri dan Bojonegoro, Jawa Timur, tanggal 31 September – 1 November 2025. Kegiatan yang merupakan agenda tahunan ini diikuti oleh 92 peserta jamaah dan 7 ustadz masjid setempat.
“Kegiantan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar jamaah dan menambah wawasan khususon bagi pengurus takmir Masjid Wirojati Suryoputran ini, dengan mempergunakan dua bus executiv premium yang cukup nyaman dalam perjalanan,” kata Moh. Santoso, salah satu panitia, dalam rilisnya, Senin (3/11/2025)
Lanjut Moh. Santoso menjelaskan, tujuan wisata religi kali ini adalah ke Masjid Rahman dan Makam Sang Proklamator Presiden Pertama RI Ir. Soekarno, di Blitar. Kemudian dilanjut ke Masjid Al Habibi, Kediri serta Masjid An Nahda, Bojonegoro. “Ketiga masjid ini sungguh indah arsitektur dan luar biasa manajemen takmirnya,” ungkap Moh. Santoso, yang juga sebagai Koordinator Bus Dua.
Ketua Takmir Masjid Wiworojati Suryoputran H. Bandrio Utomo,SE, dalam arahannya sebelum perjalanan pulang ke Jogja menyampaikan agar para peserta khususnya jamaah senantiasa memperat ukhuwah Islamiyah bahwa sebagai umat Islam itu adalah bersaudara dan harus saling mencintai, menghormati serta membantu satu sama lainnya.
“Pasalnya kanjeng nabi Muhammad SAW pernah bersabda, muslim yang satu dengan yang lainna adalah seperti bangunan yang satu dengan yang lainnya, saling menguatkan. Saya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia juga pengurus takmir yang dengan solid sehingga acara ini berjalan lancar dan sukses,” ujar dia.
“Karena kegiatan wisata religi ini telah menjadi agenda tahunan maka saya mengimbau pada seluruh peserta dan warga dapat mulai menabung setiap harinya sehingga tidak memberatkan dalam pembiyaan. Insya Allah tahun depan kita agendakan perjalanan ke barat, Cirebon,” imbuh H. Bandrio Utomo, yang juga Ketua Kampung Suryoputran.
Acara selanjutnya diisi tausyiah atau kultum oleh Ustadz Fariqnafiuddin dari Kampung Kadipaten yang juga merupakan peserta wisata religi. Sementara itu Ibu Harni, peserta yang berprofesi sebagai penjual sembako di Kampung Suryoputran, dalam testimoninya menyatakan merasa puas.
“Saya merasa puas dengan biaya yang relatif terjangkau dengan tujuan masjid di tiga kabupaten di Jawa Timur, dengan moda transportasi bus yang nyaman sehingga tidak bikin mabok. Pokoknya puas, hati senang meskipun badan juga lumayan capek,” ujar ibu berputera dua dan telah bercucu dua itu.
Adapun 7 ustadz (ust) yang ikut mendampingi wisata religi adalah ust. Fariqnafiuddin dari Kampung Kadipaten, ust Erawin dari Kampung Gamelan, ust Yono dari Kampung Mangunnegaran. Juga ust Saiman Puja, ust Nanang Sulaiman, ust Malik dan ust Hanung, dari Kampung Suryoputran. (*/ ted)












