bernasnews – Demokrasi dan keadilan menjadi perjuangan setiap bangsa dan negara di dunia. Namun di Indonesia, setidaknya menurut dua orang politikus yakni Abdin Fikri dan Imam Anshori Saleh, yang membahas isu tersebut, dikatakan masih berjalan gelap.
“Kita berharap demokrasi yang lebih baik untuk ke depannya. Maksudnya, demokrasi yang mempunyai keadilan untuk semua orang. Di sisi lain, kita melihat pula bahwa bangsa ini tidak lagi memiliki teladan sehingga terasa sekali adanya krisis kepemimpinan.
“Oleh karenanya, Mohammad Hatta yang kita kenal sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan pernah menjabat sebagai wakil Presiden pertama, pantas untuk menjadi rujukan mencari pemimpin yang demokratis dan berkeadilan,” kata Anggota DPR RI periode 2024 – 2029 Abidin Fikri, pada diskusi buku bertajuk “Jalan Gelap Demokrasi dan Keadilan” di ruang paripurna 2, lantai 2 Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro No 54 Yogyakarta, Sabtu (25/10/2025).
Selain Abdin Fikri, tampil pula sebagai narasumber adalah Imam Anshori Saleh, Anggota DPR RI periode 2004 – 2009, Wakil Ketua Komisi Yudisial 2010 – 2015 dan Pengacara. Sebagai moderator Sinta Herindrasti. Acara dibuka oleh MC dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang diikuti hadirin.
Penyelenggara diskusi Ons Untoro berharap, ke depannya setelah acara diskusi buku “Jalan Gelap Demokrasi dan Keadilan” banyak orang membaca dan memahami tentang demokrasi. Selain itu diharapkan juga ada masukan dan kritikan agar tulisan tentang hal itu dapat berkembang,
“Demokrasi memang sudah jalan di dunia politik Indonesia sejak merdeka, tetapi demokrasi itu tidak pernah utuh. Selalu tampil dengan formula yang berbeda-beda,” kata Ons yang juga koordinator Sastra Bulan Purnama ini. (mar/Molis dan Syifa Alisyia)












