News  

BMKG DIY Ingatkan Warga soal Potensi Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Jumat (24/10) Ini

Potensi Hujan Deras
Potensi Hujan Deras

bernasnews— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Jumat, 24 Oktober 2025. Warga sebaiknya bersiap menghadapi potensi hujan sedang hingga lebat.

Prakiraan cuaca ini berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB. Pagi hari masih berawan dan relatif tenang, tapi kondisi ini akan berubah drastis menjelang siang hingga sore.

Pada periode tersebut, awan cumulonimbus berpotensi tumbuh masif di langit Yogyakarta bagian utara, memicu turunnya hujan deras beserta kilat dan angin berkecepatan tinggi.

Wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat meliputi Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara dan tengah, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara.

Sementara itu, Bantul bagian tengah hingga selatan, Gunungkidul bagian tengah-selatan, dan Kulon Progo bagian selatan hanya akan mengalami hujan ringan.

Menjelang malam hari, hampir seluruh wilayah DIY masih berpotensi mengalami hujan ringan. Lalu pada dini hari, intensitas hujan ringan akan bertahan terutama di wilayah selatan seperti Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.

Suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 22–31°C dengan kelembapan relatif tinggi di angka 75–98 persen. Perkiraan angin berembus dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10–25 km/jam.

“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang, khususnya di wilayah utara DIY,” demikian keterangan tertulis BMKG DIY.

Tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Meskipun belum masuk kategori berbahaya, BMKG tetap meminta nelayan dan wisatawan pantai agar tidak lengah.

Pemerintah daerah dan BPBD DIY juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Curah hujan tinggi dan angin kencang berpotensi menimbulkan genangan air, pohon tumbang, dan tanah longsor di wilayah berbukit seperti Gunungkidul dan Kulon Progo bagian utara.

BMKG menegaskan, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama menghadapi cuaca ekstrem.

“Musim pancaroba sedang berlangsung. Perubahan cuaca bisa sangat cepat dan ekstrem. Kami harap warga lebih berhati-hati dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG,” ujar pejabat BMKG DIY. (ef linangkung)