News  

BMKG DIY Minta Warga Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang Kamis, 23 Oktober 2025 Ini

Waspada cuaca buruk, BMKG DIY prediksi hujan deras seharian. (Dok BMKG)

bernasnews – Langit Daerah Istimewa Yogyakarta diprediksi akan bergemuruh pada Kamis, 23 Oktober 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras yang disertai petir dan angin kencang.

Peringatan ini berlaku selama 24 jam, mulai pukul 07.00 WIB pagi hingga Jumat (24/10) dini hari. BMKG DIY menyebut cuaca di wilayah Yogyakarta akan dinamis dan cepat berubah.

Sejak pagi, awan-awan tebal mulai menggantung di langit selatan. Hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur wilayah Kulon Progo, Bantul bagian tengah-selatan, serta Gunungkidul.

Suasana pagi yang lembap dan berawan menjadi pertanda awal datangnya hujan lebih lebat pada siang hingga sore hari.

Puncak Hujan dan Potensi Angin Kencang

Ketika matahari beranjak ke puncaknya, intensitas hujan diprediksi meningkat tajam. Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara-tengah, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara akan menjadi kawasan paling terdampak.

BMKG memperingatkan bahwa hujan bisa turun dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat dan hembusan angin kencang yang berpotensi menumbangkan ranting pohon atau mengganggu aktivitas warga.

Sementara itu, wilayah Bantul bagian tengah-selatan, Gunungkidul bagian tengah-selatan, dan Kulon Progo bagian selatan masih berpeluang mengalami hujan ringan.

Pada malam hari, hampir seluruh wilayah DIY akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Suhu udara berkisar antara 21–30°C, dengan kelembapan tinggi mencapai 98%, menjadikan udara terasa lembap dan gerah menjelang malam.

Memasuki dini hari, potensi hujan masih berlanjut. BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang akan turun di wilayah selatan DIY seperti Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.

Angin berembus dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10–25 km/jam, memperkuat potensi cuaca ekstrem di beberapa titik.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat dan Nelayan

Kondisi laut juga tidak luput dari perhatian. BMKG memprakirakan tinggi gelombang di perairan Yogyakarta mencapai 1,25–2,5 meter, termasuk kategori sedang.

Nelayan dan wisatawan yang beraktivitas di pesisir selatan diimbau lebih berhati-hati, terutama di sekitar pantai-pantai berombak besar seperti Parangtritis, Glagah, dan Drini.

BMKG DIY, melalui keterangan tertulisnya, menegaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari dinamika atmosfer lokal yang sedang aktif. Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada.

“Segera cari tempat aman saat hujan deras disertai petir, dan hindari berteduh di bawah pohon atau baliho besar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor agar meningkatkan kewaspadaan. Genangan air dapat terjadi dengan cepat saat hujan turun deras secara terus-menerus, terutama di kawasan perkotaan dengan sistem drainase terbatas.

Di sisi lain, warga diminta menunda aktivitas luar ruangan jika awan cumulonimbus mulai tampak menggumpal di langit. “Awan ini biasanya menjadi tanda datangnya hujan lebat dan petir. Jika muncul, sebaiknya segera menepi atau berlindung di dalam bangunan,” tambahnya.

BMKG DIY terus memantau perkembangan cuaca dan memastikan informasi terkini dapat diakses masyarakat melalui kanal resmi seperti aplikasi Info BMKG dan media sosial.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar tanpa sumber resmi.