News  

Wali Kota Yogyakarta Ajak 116 ASN Calon Purna Tugas Tetap Produktif Meski Sudah Pensiun

Para ASN calon purna tugas mengikuti pembekalan dengan suasana hangat dan penuh canda di Balai Kota Yogyakarta. (Dok Pemkot Yogyakarta)

bernasnews — Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan pembekalan bagi 116 Aparatur Sipil Negara (ASN) calon purna tugas pada Senin, 20 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan agar para ASN siap menghadapi masa pensiun secara produktif dan tetap berdaya guna di tengah masyarakat.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian panjang para ASN yang telah bekerja untuk kota ini.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.

“Kalau yang fisiknya masih kuat, jangan nganggur. Meskipun sudah mau purna ya saya minta untuk tetap bekerja keras. Setelah purna juga harus kerja, supaya memberikan tinggalan kesejahteraan,” ujar Hasto seperti dikutip dari kabarjawa.com.

Hasto mencontohkan nilai kerja keras Rasulullah yang bahkan di akhir hayatnya masih memilih menanam kurma untuk memberi manfaat bagi umat. Ia mengajak para ASN meneladani semangat itu dalam kehidupan pascapensiun.

Dorongan untuk Tetap Produktif dan Mandiri

Dalam arahannya, Hasto menjelaskan bahwa masa pensiun dapat dikelompokkan dalam empat kondisi: mereka yang memiliki modal dan badan sehat, memiliki modal tapi tidak sehat, tidak punya modal tapi sehat, serta tidak punya modal dan tidak sehat.

Menurutnya, mereka yang masih sehat harus terus produktif agar tetap mandiri dan tidak menjadi beban generasi muda.

“Kita ini bonus demografinya agak berat karena orang tua menjadi tanggungan anak muda namanya sandwich generation. Makanya saya nasehatkan agar tetap produktif supaya sandwich generation-nya tidak berat. Kita tidak akan keluar dari jebakan middle income trap kalau generasi sandwich terbebani,” terangnya.

Selain menekankan pentingnya aktivitas fisik dan ekonomi, Hasto juga mengingatkan para calon pensiunan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Ia menitipkan pesan khusus kepada warga Kota Yogyakarta agar mendukung gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS), yaitu memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

“Setelah pensiun, tetap bisa aktif di masyarakat, termasuk ikut program Mas JOS untuk menjaga kebersihan kota,” imbuhnya.

ASN Berprestasi dan Pembekalan Komprehensif

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta, Subarjilan, menjelaskan bahwa sebanyak 116 ASN dari berbagai perangkat daerah mengikuti pembekalan tersebut.

Beberapa di antaranya memiliki capaian khusus, seperti Sulistyawati, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), yang menjabat posisi manajerial tertinggi, serta Sugiyati, guru dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang telah mengabdi selama 41 tahun.

Subarjilan menegaskan, pembekalan ini dirancang agar para calon purna tugas memiliki kesiapan mental, spiritual, dan ekonomi dalam menghadapi masa transisi.

“Perlu diingat bahwa purna tugas bukan akhir dari perjalanan hidup, tapi babak baru untuk menata hidup yang lebih bermakna. Kami memberikan pembekalan mulai dari ketaspenan, Tappera, kewirausahaan bisnis ritel, hingga pembekalan mental spiritual,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut membantu peserta memasuki masa pensiun dengan pikiran optimis dan hati tenang, serta membuka peluang untuk berwirausaha atau berkontribusi di bidang sosial.

Cerita ASN Calon Purna Tugas: Menyambut Pensiun dengan Slow Living

Salah satu peserta, Pipin Ani Sulistiati, yang akan pensiun pada Maret mendatang, mengaku bersyukur bisa mengikuti pembekalan tersebut. ASN yang telah 33 tahun mengabdi di Pemkot Yogyakarta ini berencana menjalani masa pensiun dengan gaya hidup sederhana dan sehat.

“Saya sudah persiapan untuk slow living. Slow living dengan kegiatan menanam sendiri untuk dipakai sendiri. Saya punya tanah, saya dirikan rumah, saya bisa menghasilkan, mungkin dengan ada ternak kecil, ada tanaman sayuran dan gaya hidup lebih sehat,” ujarnya.

Pipin, yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, mengaku ingin memanfaatkan waktu pensiun untuk hidup lebih tenang tanpa kehilangan makna produktivitas.

Pembekalan ini menjadi momentum bagi para ASN Pemkot Yogyakarta untuk menata kehidupan baru, dari birokrat yang melayani publik menjadi warga yang mandiri, aktif, dan tetap membawa semangat pengabdian bagi masyarakat. (Eln)