News  

BMKG DIY Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Yogyakarta Senin, 20 Oktober 2025

BMKG DIY peringatkan potensi cuaca ekstrem di Yogyakarta hari ini. (Dok BMKG)

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam peringatan dini yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB selama 24 jam, BMKG menyebut cuaca dapat berubah dengan cepat dari cerah berawan menjadi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Sementara wilayah seperti Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan berpeluang mengalami hujan ringan pada malam hari.

“Warga kami imbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai kilat dan angin kencang dapat menimbulkan risiko seperti genangan, pohon tumbang, atau gangguan aktivitas luar ruangan,” ujar Prakirawan BMKG DIY.

Menurut prakiraan harian BMKG, pagi ini cuaca masih cerah berawan. Namun, memasuki siang hingga sore, pertumbuhan awan konvektif di wilayah utara Yogyakarta berpotensi memicu hujan intensitas sedang hingga lebat.

Pada malam hingga dini hari, cuaca diperkirakan berawan positional dengan kemungkinan hujan ringan di wilayah selatan DIY. Suhu udara berkisar 22–32 derajat Celsius dengan kelembapan 70–98 persen. Arah angin bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 10–30 km/jam.

Kondisi Laut dan Kesiapsiagaan Daerah

BMKG juga melaporkan kondisi perairan selatan Yogyakarta. Tinggi gelombang laut berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang. Nelayan dan wisatawan diminta untuk memperhatikan kondisi gelombang dan arus sebelum beraktivitas.

“Gelombang sedang bisa berubah cepat menjadi tinggi jika terjadi peningkatan kecepatan angin. Nelayan dan wisatawan diminta tidak memaksakan diri berlayar atau berenang jika cuaca tampak memburuk,” terang BMKG.

Sejumlah wilayah seperti Sleman bagian utara dan Kulon Progo dikenal rawan angin kencang musiman. Pemerintah daerah bersama BPBD DIY telah menyiagakan petugas untuk memantau situasi dan merespons bila terjadi laporan pohon tumbang, longsor, atau genangan.

“Musim pancaroba masih berlangsung. Perubahan cuaca bisa terjadi mendadak, dari cerah menjadi hujan deras dalam waktu singkat,” ujar prakirawan.

Imbauan dan Langkah Antisipasi

BMKG menyarankan masyarakat untuk mengambil langkah sederhana guna mengurangi risiko saat cuaca ekstrem, antara lain:

  • Menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat baliho saat hujan disertai angin.
  • Tidak berada di area terbuka saat petir terjadi.
  • Mengamankan barang-barang ringan di halaman rumah.
  • Menunda aktivitas di laut dan area pantai jika kondisi tidak mendukung.
  • Memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Meski pagi hari terlihat cerah, masyarakat diminta tidak menganggap kondisi tersebut sebagai jaminan cuaca aman sepanjang hari.

Fenomena atmosfer lokal dan kelembapan tinggi memungkinkan munculnya awan cumulonimbus yang memicu hujan deras, petir, dan angin kencang.

“Waspada hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang pada Senin, 20 Oktober 2025 ini di sebagian besar wilayah DIY. Siapkan perlengkapan hujan dan hindari aktivitas luar ruangan bila cuaca mulai gelap,” pinta BMKG.