bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Dalam rilis resminya, BMKG menyebut hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, terutama bagian utara DIY.
Pada pagi hari, cuaca diperkirakan cerah berawan. Menjelang siang hingga sore, pertumbuhan awan konvektif berpotensi menimbulkan hujan ringan hingga sedang di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Memasuki malam hari cuaca cenderung berawan, sedangkan dini hari diperkirakan terjadi hujan ringan di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.
BMKG mencatat suhu udara berkisar 22–33 derajat Celsius dengan kelembapan 70–95 persen. Angin bertiup dari timur laut hingga selatan dengan kecepatan 5–30 km/jam. Kondisi ini menunjukkan adanya dorongan massa udara lembap dari Samudra Hindia menuju wilayah DIY.
Gelombang Tinggi dan Imbauan Kewaspadaan
BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir selatan DIY terhadap potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Gelombang kategori sedang ini dinilai cukup berisiko bagi kapal nelayan kecil dan aktivitas wisata bahari.
Nelayan dan pelaku wisata laut diimbau menunda keberangkatan apabila kecepatan angin dan tinggi gelombang melebihi kondisi normal.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta menyampaikan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap hujan disertai angin kencang dan petir.
“Cuaca transisi dari kemarau ke musim hujan membuat kondisi atmosfer menjadi labil. Awan-awan konvektif mudah terbentuk dan bisa memicu hujan deras disertai petir serta angin kencang dalam waktu singkat,” jelasnya.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti lereng bukit, bantaran sungai, maupun pesisir.
Potensi dampak yang mungkin timbul antara lain pohon tumbang, genangan air, dan kerusakan ringan pada bangunan.
Pemerintah daerah, petugas kebencanaan, dan masyarakat diimbau tetap siaga serta terus memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG.
Warga diingatkan untuk menghindari aktivitas luar ruangan saat terjadi petir, menjauh dari pohon besar atau papan reklame, serta tidak melakukan aktivitas di laut selatan DIY jika angin bertiup kencang.
Peringatan ini disampaikan sebagai langkah antisipatif mengingat dinamika cuaca yang meningkat di penghujung Oktober. Masyarakat diminta tidak panik namun tetap waspada dan menjaga keselamatan diri.











