bernasnews – Pada hari Kamis, umat Katolik di seluruh dunia mendaraskan Doa Rosario Peristiwa Terang sebagai bentuk devosi kepada Bunda Maria.
Rosario bukan sekadar untaian doa, tetapi juga jalan batin untuk merenungkan karya penyelamatan Allah melalui kehidupan Yesus Kristus. Doa ini dapat dilakukan secara pribadi di rumah, bersama keluarga, atau dalam komunitas umat di gereja.
Rosario hari Kamis mengajak kita menyelami lima Peristiwa Terang, yaitu momen-momen dalam kehidupan Yesus yang menyingkapkan kemuliaan-Nya kepada dunia. Dengan hati yang hening dan penuh iman, mari kita memulai permenungan ini dengan tanda salib dan doa pembuka.
Pembuka Rosario
Tanda Salib
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.
Aku Percaya
(Aku Percaya dibacakan secara lengkap tanpa perubahan, karena merupakan bagian dari syahadat iman Katolik.)
Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan bumi;
Dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
Yang dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria;
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
Disalibkan, wafat dan dimakamkan;
Yang turun ke tempat penantian,
Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa;
Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang kudus,
Persekutuan para kudus,
Pengampunan dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.
Kemuliaan
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.
Terpujilah
Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya.
Amin.
Bapa Kami
(Baca doa “Bapa Kami” secara lengkap.)
Salam Putri Allah Bapa
Salam Bunda Allah Putra
Salam Mempelai Allah Roh Kudus
(Semua doa Salam Maria dibacakan sebagaimana teks asli liturgis di atas.)
Peristiwa Terang Pertama: Yesus Dibaptis di Sungai Yordan
(Matius 3:16-17)
“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan langit terbuka. Ia melihat Roh Allah turun ke atas-Nya seperti burung merpati, dan terdengarlah suara dari surga: ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.’”
Dalam peristiwa ini, Allah memperlihatkan identitas sejati Yesus sebagai Putra-Nya yang terkasih. Melalui baptisan, kita pun diundang untuk menerima misi yang sama, hidup sebagai anak-anak Allah yang taat dan penuh kasih.
Ujud Doa:
Ya Bapa, kami bersyukur atas rahmat pembaptisan yang mempersatukan kami dalam kasih-Mu. Jadikan kami saksi Kristus yang setia dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan kami sehari-hari.
(Lanjutkan dengan urutan: Bapa Kami, 10 kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.)
Peristiwa Terang Kedua: Yesus Menyatakan Diri dalam Pesta Pernikahan di Kana
(Yohanes 2:11)
Di Kana, Yesus melakukan mukjizat pertamanya dengan mengubah air menjadi anggur atas permintaan Maria, bunda-Nya. Dari peristiwa ini, kita belajar bahwa kehadiran Yesus membawa sukacita dan harapan baru dalam setiap kekurangan hidup kita.
Ujud Doa:
Tuhan, jadikanlah kami pribadi yang percaya bahwa Engkau senantiasa hadir dalam setiap peristiwa hidup, bahkan di tengah kekurangan dan kesulitan. Semoga kami belajar dari Bunda Maria untuk selalu berkata, “Apa pun yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah.”
(Lanjutkan dengan: Bapa Kami, 10 kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.)
Peristiwa Terang Ketiga: Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dan Menyerukan Pertobatan
(Matius 4:17, 23)
“Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” Yesus berkeliling Galilea, mengajar, memberitakan Injil, dan menyembuhkan banyak orang. Seruan-Nya adalah panggilan bagi setiap orang untuk berbalik kepada Allah dan hidup dalam kasih-Nya.
Ujud Doa:
Bapa yang Maharahim, ampuni dosa kami dan ubahkan hati kami agar selalu haus akan firman-Mu. Bimbinglah kami untuk menjadi pembawa kabar sukacita bagi sesama.
(Lanjutkan dengan: Bapa Kami, 10 kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.)
Peristiwa Terang Keempat: Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya di Gunung Tabor
(Matius 17:2, 5)
Yesus menampakkan wajah-Nya yang bercahaya di hadapan Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Dari langit terdengar suara Allah: “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Ujud Doa:
Ya Bapa, terangilah hati kami agar mampu mendengarkan dan melaksanakan sabda Putra-Mu dalam setiap langkah hidup. Semoga kami semakin mengenal Yesus dalam doa, sabda, dan sakramen.
(Lanjutkan dengan: Bapa Kami, 10 kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.)
Peristiwa Terang Kelima: Yesus Menetapkan Sakramen Ekaristi
(Markus 14:22-24)
Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus mengambil roti dan cawan, mengucap syukur, lalu berkata, “Ambillah, inilah tubuh-Ku… Inilah darah-Ku yang ditumpahkan bagi banyak orang.” Inilah momen sakral di mana Ekaristi ditetapkan sebagai tanda kasih yang tak berkesudahan.
Ujud Doa:
Tuhan Yesus, semoga setiap kali kami menyambut Tubuh dan Darah-Mu, kami diperbaharui dalam kasih dan dikuatkan untuk hidup kudus di hadapan-Mu. Jadikan kami pembawa damai di tengah dunia.
(Lanjutkan dengan: Bapa Kami, 10 kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.)
Doa Kepada Santo Yusuf
Salam, Penjaga Sang Penebus,
Mempelai Santa Perawan Maria.
Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang tunggal.
Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya,
Bersamamu, Kristus menjadi manusia.
Santo Yusuf, kepada kami perlihatkan dirimu sebagai seorang bapa,
Dan bimbinglah kami di jalan kehidupan.
Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian,
Serta lindungi kami dari setiap kejahatan.
Penutup Rosario
Tanda Salib
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.
***












