bernasnews – Dalam rangka optimalisasi program Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta Ir. Aman Yuriadijaya, MM didampingi oleh Kepala DLH Kota Yogyakarta RajwanTaufiq, SIP,., M. Si melakukan kunjungan ke Bank Sampah Cinta Kasih, RT 24 , RW 05 Jatimulyo, Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, Yogyakarta, Selasa (14/10/2025).
Turut hadir dalam acara tersebut Forum Bank Sampah Kota Yogykarta , Forum Bank Sampah Kemantren Tegalrejo, Forum Bank Sampah Kelurahan Kricak, Lurah Kricak, Ketua PKK Kelurahan, Ketua Kampung dan Ketua RW se-Kelurahan Kricak.
“Juga hadir Mantri Pamong Praja (MPP) Tegalrejo, Babhinkamtibmas, Linmas Kelurahan Kricak dan segenap undangan,” terang Ketua RW 05 Kampung Jatimulyo Kelurahan Kricak, Sugiarto, B.Sc.
Lanjut Sugiarto menjelaskan, Mas JOS merupakan program yang dicanangkan oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dengan menerapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Ada 5 langkah Utama dalam Mas JOS yaitu, 1. Pilah Sampah, 2. Sampah Anorganik ke Bank Sampah, 3. Olah Sampah Organik, 4. Habiskan Makanan, dan 5. Gunakan Wadah Berulang,” imbuh Sugiarto.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Yogya Aman Yuriadijaya berharap agar warga melakukan beberapa langkah yang tercakup dalam program Mas JOS agar volume sampah kota dapat ditekan atau dikurangi sedemikian rupa.
“Dengan demikian ada penghematan cost atau biaya untuk pengolahan sampah oleh pemerintah sehingga biaya tersebut dapat dipergunakan untuk kepentingan lain yang lebih bermanfaat bagi warga masyarakat,” kata Aman Yuriadijaya, yang juga sebagai Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta.
Sementara itu, Ketua DLH Kota Yogyakarta RajwanTaufiq menambahkan, apabila apa yang ada di suatu wilayah merupakan bestpractice yang berati “pengalaman terbaik” atau “praktik terbaik” maka dapat menjadi contoh wilayah lainnya.
“Seperti keberadaan Bank Sampah Cinta Kasih yang ada di wilayah ini, semoga dapat menjadi contoh wilayah lainnya, khususnya di tingkat kelurahan dan kemantren pada umumnya,” pungkas Rajwan. (zbd)












