bernasnews– Suasana di Alun-alun Wates terasa berbeda. Ribuan warga berbaur dengan aparat pemerintah dan TNI, bergandengan tangan membersihkan sisa-sisa acara Manunggal Fair dan Manunggal TNI 2025 yang baru saja selesai.
Kegiatan kerja bakti massal ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian acara besar yang telah berlangsung selama tiga minggu di jantung Kabupaten Kulon Progo tersebut. Pemerintah daerah, Kodim 0731/Kulon Progo, perangkat OPD, dan masyarakat umum hadir menunjukkan semangat kebersamaan khas Bumi Binangun.
Apel kebersihan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, bersama Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, jajaran Satpol PP, Dinas Kominfo, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Perumda Aneka Usaha, serta Linmas dan Karang Taruna.
Kerja Bakti di Alun-Alun Wates
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Ambar Purwoko menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Manunggal Fair dan Manunggal TNI.
Ia menekankan bahwa kerja bakti ini tidak hanya sebatas rutinitas, tetapi wujud nyata dari kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk mengembalikan keindahan Alun-alun Wates sebagai ruang publik kebanggaan warga Kulon Progo.
“Semua kegiatan ini dari rakyat dan untuk rakyat. Kita bersama-sama membersihkan Alun-alun agar kembali nyaman dan indah. Ini bukti bahwa pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan selalu berpihak kepada rakyat,” ujar Ambar, mengutip dari kabarjawa.com.
Selain itu, Ambar juga menyoroti dampak ekonomi positif dari penyelenggaraan Manunggal Fair. Selama tiga minggu pelaksanaan, kegiatan tersebut mencatat perputaran uang mencapai Rp7,3 miliar, menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. Semoga tahun depan bisa kembali digelar dengan lebih baik dan memberi manfaat lebih luas bagi rakyat Kulon Progo,” tegasnya.
Usai apel, seluruh peserta segera menyebar ke berbagai sisi Alun-alun. Ada yang memungut sampah, menyapu area bekas stan, hingga mengangkut sisa peralatan panggung. Pemandangan itu menjadi simbol kuat dari semangat gotong royong yang tetap hidup di Kulon Progo.
Wakil Bupati Ambar Purwoko turut turun tangan memungut sampah plastik sambil menyapa warga dan memberi semangat. Ia menyebut bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
“Pagi hari ini kita memanen hasil dari Manunggal Fair. Setelah masyarakat senang dan menikmati acara, hari ini kita bersihkan kembali agar Alun-alun dapat segera digunakan lagi dalam keadaan bersih dan tertata,” ucapnya.
Ambar juga mengingatkan pentingnya menjaga kesadaran kolektif akan kebersihan lingkungan.
“Harapannya, masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Kebersihan di Kulon Progo harus terus dijaga. Meskipun kita belum dalam kondisi darurat sampah, tetapi harus kita antisipasi sejak dini,” katanya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kulon Progo yang Bersih
Direktur Perumda Aneka Usaha, Muhammad Nasta’in, menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-74 Kabupaten Kulon Progo sekaligus bentuk nyata sinergi lintas sektor.
“Agenda pagi ini adalah apel dan kerja bakti bersama seluruh panitia HUT TNI dan panitia Manunggal Fair. Kami berkomitmen bersama Pemerintah Daerah dan masyarakat menjaga Alun-alun agar tetap bersih, nyaman, dan asri,” jelas Nasta’in.
Sementara itu, Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, menekankan pentingnya tanggung jawab bersama setelah selesainya kegiatan besar.
“Selama tiga minggu kita melaksanakan Manunggal Fair dan TNI Manunggal dalam rangka menyambut Hari Jadi Kulon Progo. Sekarang saatnya kita bersama-sama mengembalikan kondisi Alun-alun agar kembali bersih seperti semula,” ujarnya.
Kerja bakti di alun-alun Wates hari itu tak sekadar upaya membersihkan ruang publik, tetapi juga menjadi refleksi nilai gotong royong dan kepedulian lingkungan.
Dari pejabat daerah, aparat TNI, hingga masyarakat biasa, semua bekerja berdampingan dengan semangat yang sama: menjaga keindahan alun-alun Wates sebagai ruang bersama.
Di akhir kegiatan, wajah alun-alun kembali bersih dan tertata rapi. Lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan pesan moral bahwa kemajuan daerah tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari kekuatan kolektif seluruh warga.
“Kulon Progo maju bukan karena satu orang, tapi karena kita semua bergerak bersama,” pungkas Ambar. ***(Eln)











