bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras disertai angin kencang dan kilat pada Senin, 29 September 2025. Prakiraan cuaca ini berlaku selama 24 jam, mulai pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 30 September 2025.
BMKG memprediksi kondisi cuaca pada pagi hari masih relatif cerah berawan. Namun, cuaca diperkirakan berubah pada siang hingga sore hari.
Wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul bagian utara, serta Kulon Progo bagian utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan hembusan angin kencang.
Pada malam hari, intensitas hujan diperkirakan menurun. Meski demikian, potensi hujan ringan tetap ada di wilayah Kulon Progo bagian selatan, Bantul, dan Gunungkidul bagian selatan hingga dini hari. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko pohon tumbang, genangan air, dan tanah longsor di daerah perbukitan.
Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 22–32 °C dengan kelembapan 70–95 persen. Kombinasi panas siang hari dan kelembapan tinggi dapat memicu pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat.
Arah angin diprediksi bertiup dari timur laut hingga selatan dengan kecepatan 5–25 km/jam, yang meningkatkan peluang terbentuknya badai lokal.
Peringatan Dini dari BMKG
Selain peringatan di darat, BMKG juga mengingatkan bahaya di laut. Tinggi gelombang di perairan selatan Yogyakarta diperkirakan mencapai 1,25–2,5 meter atau kategori sedang.
Nelayan dan wisatawan yang beraktivitas di pantai selatan diminta berhati-hati. Perahu nelayan kecil dikhawatirkan kesulitan melawan arus kuat, sementara wisatawan perlu waspada terhadap gelombang pasang yang bisa muncul tiba-tiba.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi cuaca ekstrem ini. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari, khususnya di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara.
Beberapa imbauan yang diberikan BMKG kepada masyarakat antara lain:
- Menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras.
- Menjauhi baliho, tiang listrik, atau bangunan yang rawan roboh.
- Mengamankan barang-barang di luar rumah agar tidak beterbangan saat angin kencang.
- Menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak terjebak hujan deras di jalan.
Musim Pancaroba dan Ancaman Cuaca Ekstrem
Musim pancaroba yang sedang berlangsung membuat kondisi cuaca di DIY sulit diprediksi. Hujan deras yang tiba-tiba terjadi sering kali diikuti angin puting beliung yang berpotensi merobohkan pepohonan dan merusak atap rumah. Gelombang laut yang meninggi juga kerap menjadi ancaman bagi nelayan.
Warga di seluruh kabupaten dan kota di DIY, termasuk Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem.
BMKG menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Warga DIY diharapkan selalu memantau informasi terbaru mengenai cuaca agar dapat mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan.











