News  

Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang di DIY, BMKG beri Peringatan pada Minggu 28 September 2025

Cuaca DIY, Minggu, 28 September 2025. (BMKG)

bernasnews – Daerah Istimewa Yogyakarta kembali masuk dalam radar kewaspadaan cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan deras disertai kilat dan angin kencang di beberapa wilayah. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan pada Minggu, 28 September 2025, sejak pagi hingga dini hari.

Sejak pagi, langit Yogyakarta memang diperkirakan cerah berawan. Namun suasana teduh itu tidak bertahan lama. Menjelang siang hingga sore, langit berubah muram dan menebar ancaman.

Sleman bagian utara, Gunungkidul bagian utara, serta Kulon Progo bagian utara diperkirakan menjadi titik paling rawan dihantam hujan intensitas sedang yang berpotensi disertai kilat dan hembusan angin kencang.

Malam hari suasana kembali berawan, sementara menjelang dini hari mendung tebal berlapis-lapis diprediksi menutup sebagian besar langit DIY. Suhu udara berkisar 22–32 derajat Celcius dengan kelembapan mencapai 95 persen membuat hawa terasa pengap, seakan menjadi pertanda hadirnya cuaca ekstrem.

Tidak hanya daratan, ancaman juga mengintai wilayah laut. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan mengguncang perairan selatan Yogyakarta. Kondisi ini masuk kategori sedang, namun cukup berisiko bagi kapal nelayan dan wisatawan yang beraktivitas di pantai selatan.

BMKG memperingatkan, hembusan angin dari timur hingga selatan yang melaju 5–30 km/jam berpotensi menguat saat hujan turun. Kecepatan ini bisa memicu pohon tumbang, baliho roboh, bahkan kecelakaan lalu lintas jika warga lengah.

Masyarakat diminta menunda aktivitas luar ruangan saat hujan deras datang. Warga juga perlu mengamankan benda-benda ringan di pekarangan yang berisiko terhempas angin. Pengendara sepeda motor dan mobil harus menyalakan lampu utama dan mengurangi kecepatan untuk menghindari kecelakaan akibat jalan licin.

BMKG menegaskan, cuaca ekstrem ini tidak bisa dipandang remeh. Dengan kelembapan tinggi dan potensi kilat menyambar, warga harus berhati-hati ketika berada di ruang terbuka. Masyarakat diminta segera berteduh di bangunan kokoh jika hujan deras mengguyur wilayah mereka.

Gelombang laut juga patut menjadi perhatian. Nelayan diminta menunda pelayaran jika angin mulai menguat, sedangkan wisatawan pantai selatan diimbau menjauhi bibir pantai saat gelombang meninggi.

BMKG DIY mengingatkan, prakiraan ini berlaku penuh selama 24 jam. Artinya, sejak Minggu pagi hingga Senin dini hari, cuaca bisa berubah cepat dan tiba-tiba. BMKG mengimbau masyarakat DIY tetap waspada.

“Jangan meremehkan hujan sedang, karena bisa berubah deras disertai kilat dan angin kencang,” tegasnya.