bernasnews– Kasus kematian misterius diplomat muda Arya Daru kembali memasuki babak baru yang semakin menyita perhatian publik. Kuasa hukum keluarga, Nicolay Apriliando, mengungkap kabar terbaru yang membawa harapan agar misteri ini segera terungkap.
Mabes Polri telah memberikan atensi khusus dan bahkan keluarga Arya Daru akan menghadiri rapat dengan Komisi III DPR RI.
“Surat kami kepada Kapolri sudah disposisi kepada Kabagreskrim. Kemarin juga ada pernyataan dari seorang direktur di Bareskrim yang menegaskan bahwa Mabes Polri akan memberi atensi kepada Polda untuk menindaklanjuti dumas atau pengaduan masyarakat. Fokusnya jelas, yaitu pengungkapan kasus misteri kematian Arya Daru,” ujar Nicolay saat memberikan keterangan pers.
Kabar dari Kuasa Hukum Arya Daru
Pernyataan tersebut seolah menjadi titik terang setelah keluarga merasa jalan panjang pencarian keadilan berjalan di tempat. Kabar bahwa Mabes Polri turun tangan menegaskan bahwa kasus ini tidak akan mengendap.
Publik pun semakin menyoroti bagaimana langkah konkret penyidik untuk membongkar tabir kematian seorang diplomat muda yang digadang-gadang berkarier cemerlang itu.
“Ini bukan hanya soal kasus kematian biasa. Ini menyangkut masa depan diplomasi bangsa karena Arya Daru adalah aset negara. Maka, kami menuntut agar penyelidikan dilakukan secara transparan, tuntas, dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” lanjut Nicolay.
Tak berhenti di situ, kabar lain yang menguatkan semangat keluarga adalah undangan resmi dari Komisi III DPR RI. Menurut Nicolay, pihak keluarga bersama tim kuasa hukum akan menghadiri rapat dengar pendapat di Senayan pada Selasa, 30 September 2025.
“Pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa nanti tanggal 30, pihak keluarga dan kami akan menghadiri undangan rapat dengan Komisi III DPR RI yang membidangi hak asasi manusia. Ini langkah penting, karena suara rakyat akan langsung terdengar di parlemen,” tegasnya.
Pertemuan dengan wakil rakyat itu krusial. Komisi III DPR RI selama ini terkenal kritis terhadap penanganan kasus hukum dan HAM. Dengan hadirnya keluarga Arya Daru di ruang rapat, besar harapan tekanan politik semakin kuat agar Polri menuntaskan penyelidikan.
Publik Desak Transparansi
Kematian Arya Daru memang penuh teka-teki. Publik mempertanyakan banyak kejanggalan sejak awal kabar duka itu mencuat. Mulai dari kronologi yang simpang siur, dugaan intimidasi, hingga adanya upaya framing yang merugikan nama baik almarhum.
Gelombang dukungan terus berdatangan. Media sosial penuh seruan netizen agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan. Lembaga swadaya masyarakat bahkan ikut mendesak agar aparat penegak hukum bekerja secara terbuka, jujur, dan akuntabel.
Bagi keluarga, perjuangan ini bukan sekadar mencari siapa yang bertanggung jawab, melainkan juga menjaga kehormatan almarhum Arya Daru. Seorang diplomat muda dengan masa depan cerah, yang sebelum meninggal bahkan tengah bersiap mengemban tugas penting di luar negeri.
“Kami tidak akan berhenti sampai kebenaran ini terungkap. Kami ingin publik tahu, Arya Daru bukan hanya korban, tetapi juga simbol perjuangan agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu,” pungkas Nicolay Apriliando. (ef linangkung)












