bernasnews – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menunjukkan komitmen dalam memastikan kualitas setiap pekerjaan fisik.
UPT Laboratorium Konstruksi dan Peralatan, yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, melakukan pengujian kualitas pembangunan jalan kampung di wilayah Kecamatan Nanggulan.
Tim teknis UPT Laboratorium Konstruksi dan Peralatan melaksanakan uji coredrill di tiga titik strategis, yaitu Jalan Lingkungan RT 39, 38, 37 Dusun Bejaten, Jatisarono; Jalan Lingkungan Pedukuhan Karang, Jatisarono; serta Jalan Lingkungan Kauman, Nanggulan.
Pengujian ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas, ketebalan, dan kekuatan perkerasan jalan yang baru dibangun.
Coredrill termasuk kategori destructive test karena metode ini secara langsung mengebor lapisan jalan hingga terbentuk lubang.
Dari proses ini, teknisi mengambil sampel berbentuk silinder yang mewakili kualitas lapisan perkerasan. Sampel tersebut kemudian diuji secara mendalam di laboratorium.
Kepala DPUPKP Kulon Progo, Didik Wijanarto, S.T., M.M., menegaskan bahwa uji coredrill bukan sekadar prosedur formalitas, tetapi menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas konstruksi.
“Uji ini menjadi kunci untuk mengevaluasi kualitas jalan sejak awal,” ungkapnya.
Manfaat Pengujian dan Harapan Warga
Pengujian coredrill menghasilkan data penting yang menentukan keberlanjutan jalan kampung. Data tersebut digunakan tim laboratorium untuk:
- Mengetahui kekuatan beton sebagai pondasi utama.
- Mengevaluasi kualitas dan ketebalan lapisan aspal.
- Menginvestigasi potensi kerusakan atau indikasi masalah konstruksi.
Dengan data ini, pemerintah dapat segera melakukan tindakan perbaikan jika ditemukan kelemahan. Langkah ini bukan hanya soal menjaga kualitas infrastruktur, tetapi juga melindungi keselamatan masyarakat yang melintasi jalan kampung setiap hari.
Selain uji coredrill, UPT Laboratorium Konstruksi dan Peralatan Kulon Progo juga menyediakan layanan lain, seperti sandcone test, uji kuat tekan beton, uji kuat tarik besi, hingga uji ekstrak aspal.
Layanan tersebut mendukung proyek konstruksi agar tetap transparan, terukur, dan terjamin mutunya.
Masyarakat maupun kontraktor juga dapat meminjam peralatan berat, seperti stoom walls dengan tonase 6–8 ton, 2,5 ton, hingga 0,6–1 ton, serta backhoe loader, langsung di kantor UPT Laboratorium Konstruksi dan Peralatan.
Pengujian ini menunjukkan bahwa pembangunan jalan kampung bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian penting dari pergerakan ekonomi desa. Jalan yang kokoh mempercepat akses warga, memudahkan distribusi hasil pertanian, dan membuka peluang baru di sektor ekonomi lokal.
Ketika mesin coredrill berputar dan suara bor menembus lapisan aspal, warga Nanggulan melihat bukti nyata bahwa pemerintah serius dalam menghadirkan pembangunan yang berkualitas.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar kuat bagi DPUPKP Kulon Progo dalam menjaga standar mutu setiap proyek pembangunan.
Dengan pengawasan ketat dan komitmen yang konsisten, pemerintah berharap jalan kampung di Kulon Progo dapat menjadi infrastruktur yang tangguh, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat, baik untuk saat ini maupun generasi mendatang.











