News  

Cuaca DIY Rabu 24 September Lebih Bersahabat, Hujan Ringan Hanya Guyur Sleman dan Kulon Progo

Cuaca DIY Rabu 24 September/Foto: BMKG

bernasnews– Langit Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (24/9/2025) akhirnya menghadirkan suasana yang lebih bersahabat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah DIY akan didominasi cerah berawan, hanya diselingi hujan ringan di sebagian kecil daerah.

Sejak pagi, udara terasa sejuk dengan suhu berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius. Angin dari timur laut hingga tenggara bertiup pelan hingga sedang, dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam. Situasi ini membuat pagi warga Jogja berjalan lebih tenang, tanpa harus was-was dengan ancaman hujan lebat atau badai petir.

Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memperingatkan adanya potensi hujan ringan. Namun, hujan tersebut hanya diperkirakan turun di kawasan utara Sleman dan utara Kulon Progo.

Meski bersifat lokal, hujan singkat ini diprediksi membawa hawa segar sekaligus melembutkan suhu udara yang meningkat saat siang. Sementara itu, sebagian besar wilayah DIY lainnya masih menikmati langit cerah berawan yang nyaman.

Pada malam hingga dini hari, langit Jogja diperkirakan kembali berawan. Tidak ada peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. Artinya, masyarakat bisa beraktivitas tanpa rasa cemas akan gangguan cuaca ekstrem.

Kelembapan udara yang mencapai 60 hingga 95 persen justru menghadirkan sensasi segar di malam hari.

Sementara itu, bagi para nelayan dan wisatawan pantai, BMKG juga merilis prakiraan tinggi gelombang laut. Perairan selatan Yogyakarta diperkirakan memiliki gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter.

Kategori ini masih tergolong sedang. Meski tidak terlalu berbahaya, para nelayan tetap diminta berhati-hati, khususnya saat melaut dengan kapal kecil.

Cuaca yang relatif ramah ini memberi ruang lega bagi warga DIY yang sudah jenuh dengan ketidakpastian cuaca beberapa pekan terakhir. Para pedagang kaki lima bisa kembali membuka lapaknya tanpa takut dagangan basah.

Para pekerja bisa berangkat dengan motor tanpa menyiapkan mantel tebal, dan wisatawan pun bisa lebih bebas menikmati destinasi andalan Jogja. (ef linangkung)