News  

Polisi Bekuk Pencuri Mesin Kopi di Wonosari, Ternyata Mantan Karyawan Sendiri

Pencuri Mesin Kopi di Wonosari
Pencuri Mesin Kopi di Wonosari

bernasnews– Aksi pencurian unik mengguncang kawasan Wonosari, Gunungkidul. Unit Reskrim Polsek Wonosari menangkap seorang pria berinisial GT (30), warga Tamanmartani, Kalasan, Sleman, setelah nekat membobol kafe tempatnya dulu bekerja.

Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo, menyebut peristiwa itu terjadi pada Sabtu (6/11/2025) di Cafe Mrikiniki, Wonosari. Pencuri mesin kopi di Wonosari ini masuk secara diam-diam dan menggasak sejumlah barang operasional kafe.

“Pelaku mengambil satu unit mesin kopi merek Simonelli Oscar, sepuluh batang kaki meja, satu unit magicom, dan satu unit cup sealer. Total kerugian ditaksir mencapai Rp18,6 juta,” terang Kompol Edi saat rilis perkara, Selasa (23/9/2025).

Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihak kafe. Melalui rekaman CCTV, wajah pelaku teridentifikasi sebagai mantan karyawan yang pernah bekerja di kafe tersebut pada tahun 2024.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian melakukan pengejaran. Melansir dari kabarjawa.com, petugas akhirnya berhasil mengamankan GT pada Kamis (11/9/2025).

Saat penangkapan, polisi mendapati berbagai barang bukti yang cukup mengejutkan. Selain barang hasil curian, polisi turut menyita barang bukti berikut.

  • 1 unit Honda Vario
  • 1 helm bogo hitam
  • 1 topi biru-merah
  • 1 dompet kulit cokelat
  • Uang tunai Rp2,37 juta
  • 10 batang kaki meja
  • 1 speaker aktif merek Advance
  • 1 unit Yamaha RX

Tak hanya itu, polisi juga menemukan 370 butir pil sapi. Dugaannya, hal ini terkait tindak pidana narkotika. Temuan ini membuat penyidikan kasus pencuri mesin kopi di Wonosari semakin meluas. Untuk perkara narkoba, Satres Narkoba Polres Gunungkidul mengambil alih penanganan.

Untuk kasus pencurian, GT terjerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.

Kompol Edi mengimbau para pelaku usaha di Gunungkidul agar meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat sistem keamanan, termasuk pemasangan CCTV.

“Kasus ini membuktikan teknologi pengawasan sangat membantu dalam mengungkap tindak kriminal,” tegasnya.***(Eln)